Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Jakarta&comma; BLINKISS &&num;8211&semi; Kementerian Agraria dan Tata Ruang&sol;Badan Pertanahan Nasional &lpar;ATR&sol;BPN&rpar; menggelar diskusi bersama jajaran Kantor Wilayah &lpar;Kanwil&rpar; dan Kantor Pertanahan &lpar;Kantah&rpar; se-Indonesia membahas penyusunan transformasi organisasi dan tata kerja &lpar;OTK&rpar; Kantah&period; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang &sol;Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional &lpar;Wamen ATR&sol;Waka BPN&rpar;&comma; Ossy Dermawan&comma; ingin transformasi dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Bagaimana kemudian BPN dapat bekerja lebih efektif di tengah kompleksitas wilayah Indonesia yang sangat beragam&comma; agar lebih menjaga upaya pelayanan publik yang maksimal&comma;” ujar Wamen Ossy dalam rapat yang berlangsung secara daring pada Senin &lpar;11&sol;05&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Saat ini&comma; struktur organisasi di Kantah dibangun dengan pendekatan tematik atau lebih dikenal dengan pembagian seksi berdasarkan jenis fungsi dan layanan atau hal teknisnya&period; Mulai dari Seksi Survei dan Pemetaan&comma; Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran&comma; Seksi Penataan dan Pemberdayaan&comma; Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan&comma; serta Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Di tahap awal perumusan transformasi struktur organisasi ini&comma; Wamen Ossy menekankan agar jajaran melakukan kajian matang dan mendalam agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat yang lebih cepat&comma; tepat&comma; dan juga responsif&period; Ke depannya&comma; diharapkan Kantah bisa lebih adaptif terhadap dinamika wilayah tanpa mengesampingkan aspek teknisnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Persoalan di lapangan justru muncul dalam konteks wilayah tertentu&comma; misal ada satu kawasan yang berkembang cepat karena ada investasi di sana&comma; muncul kebutuhan akan sertipikasi&comma; penataan ruang&comma; potensi sengketa dan sebagainya&period; Saat ini&comma; OTK kita menitikberatkan pada penguasaan fungsi&sol;teknis&comma; maka pendekatan wilayah mencoba memperkuat penguasaan lapangan dan dinamika wilayah kerja&comma;” jelas Wamen Ossy&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kepada para Kepala Kanwil BPN Provinsi&comma; Kepala Kantah Kabupaten&sol;Kota&comma; serta seluruh jajaran yang mengikuti pertemuan daring ini&comma; Wamen Ossy memaparkan sejumlah manfaat yang berpotensi diperoleh dengan diterapkannya OTK berbasis wilayah&period; Beberapa di antaranya memperkuat pemahaman kondisi lapangan&comma; memperbaiki rentang kendali organisasi&comma; meningkatkan deteksi dini persoalan pertanahan&comma; serta mendukung integrasi layanan berbasis data digital dan spasial&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Kita sedang menuju layanan pertanahan modern berbasis digital dan spasial&period; Ini tidak lagi kemudian dianggap sebagai penanganan secara sektoral&comma; tapi harus menyeluruh&comma; tidak lagi ini hanya urusan pengukuran&comma; urusan pendaftaran&comma; semua harus bisa memahami sehingga penguasaan wilayah menjadi penting&comma;” tutur Wamen Ossy&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Terkait rencana perubahan OTK&comma; Sekretaris Jenderal &lpar;Sekjen&rpar; ATR&sol;BPN&comma; Dalu Agung Darmawan&comma; menyoroti pentingnya kejelasan pembagian tugas dan fungsi di Kementerian ATR&sol;BPN hingga ke daerah di Kanwil dan Kantah&comma; salah satunya berfokus pada spesialisasi kerja&period; Ia menegaskan&comma; koordinasi antarfungsi dan rantai komando yang terstruktur juga menjadi kunci dalam mendukung transformasi pelayanan di lingkungan ATR&sol;BPN&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Struktur organisasi kita ini menentukan jalannya proses pelayanan publik kita kepada masyarakat&period; Harapan kita ingin memberi pelayanan yg terbaik&comma; kualitas terjamin sekaligus pengembangan SDM kita untuk memenuhi ini&comma;” pungkas Sekjen ATR&sol;BPN&period;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;bahas-transformasi-organisasi-dan-tata-kerja-kementerian-atr-bpn-rumuskan-cara-kerja-efektif-berbasis-kewilayahan&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version