GEMES 2026 Telan Rp2,5 Miliar, Publik Soroti Minim Inovasi dan Aroma Dugaan Korupsi

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">MEDAN&comma;BLINKISS— Gelar Melayu Serumpun &lpar;GEMES&rpar; IX Tahun 2026 yang digagas Dinas Pariwisata Kota Medan di Lapangan Merdeka&comma; Sabtu &lpar;27&sol;6&sol;2026&rpar; malam&comma; kembali menuai kritik&period; Agenda budaya yang menghabiskan anggaran sekitar Rp2&comma;5 miliar itu dinilai belum menunjukkan pembaruan berarti dan masih mengulang konsep penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-large"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;06&sol;img-20260628-wa002719193589909133782797-749x1024&period;jpg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-58081"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Sejumlah pengunjung menilai GEMES yang digagas sebagai etalase budaya Melayu justru kehilangan daya tarik karena tidak menawarkan inovasi yang mampu menarik minat masyarakat&comma; khususnya generasi muda&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kemasan acara dinilai masih didominasi seremoni protokoler dengan pola yang nyaris sama setiap tahun&period; Padahal&comma; dengan dukungan anggaran miliaran rupiah&comma; publik berharap Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pariwisata mampu menghadirkan konsep baru yang lebih kreatif&comma; melibatkan teknologi&comma; memperluas ruang partisipasi masyarakat&comma; hingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku seni dan UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&&num;8220&semi;Setiap tahun rasanya hampir sama&period; Tidak ada sesuatu yang benar-benar baru sehingga orang penasaran untuk datang lagi&comma;&&num;8221&semi; ungkap pengunjung yang ditemui di Lapangan Merdeka Medan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kritik juga mengarah pada minimnya keterlibatan komunitas dan tokoh Melayu lokal di panggung utama&period; Pengunjung menilai seharusnya menjadi aktor utama dalam kegiatan yang mengusung identitas budaya Melayu&comma; bukan sekadar pelengkap dalam rangkaian seremoni&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Selain konsep yang dianggap stagnan&comma; fasilitas penunjang acara turut menjadi sorotan&period; Berdasarkan pantauan di lokasi&comma; jumlah toilet umum tidak sebanding dengan kuantitas pengunjung&period; Beberapa toilet portabel bahkan tidak memiliki pengunci pintu yang berfungsi sehingga mengurangi kenyamanan masyarakat dan peserta kegiatan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&&num;8220&semi;Kalau di sini cuma dua itu saja toilet untuk umum&comma; Bang&period; Begitulah kondisinya&period; Kalau yang dekat stadion ada juga&comma; tapi khusus VIP&comma;&&num;8221&semi; ujar petugas Satpol PP di lokasi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&ast;&ast;Aroma Korupsi<br &sol;>Sorotan terhadap GEMES tahun ini juga tidak terlepas dari persoalan anggaran&period; Berdasarkan data pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik &lpar;LPSE&rpar; Kota Medan&comma; paket penyelenggaraan GEMES 2026 tercatat dengan kode tender 10136337000 dan Kode Rencana Umum Pengadaan &lpar;RUP&rpar; 64538487&comma; dengan pagu anggaran sekitar Rp2&comma;5 miliar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian karena penyelenggaraan GEMES 2025 sebelumnya telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas dugaan tindak pidana korupsi&period; Hingga kini&comma; belum ada informasi resmi kepada publik mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Praktisi hukum&comma; Alansyah Putra Pulungan&comma; SH&comma; mendesak Kejati Sumut segera menyampaikan perkembangan penyelidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&&num;8220&semi;Patut diduga dan dicurigai ada sesuatu yang janggal dalam penanganan dugaan korupsi penyelenggaraan GEMES tahun lalu&period; Sampai sekarang belum ada hasil pemeriksaan yang disampaikan kepada publik&comma; sementara kegiatan yang sama kembali dianggarkan dan digelar&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&comma; Sabtu &lpar;27&sol;6&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia juga meminta Kejati Sumut membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan penyimpangan penggunaan anggaran tersebut secara menyeluruh&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&&num;8220&semi;Kejati Sumut harus tegas menyikapi dugaan korupsi ini&period; Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran atau permainan dalam penanganan perkara&comma;&&num;8221&semi; tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Diketahui&comma; penyelenggaraan GEMES 2025 dikerjakan oleh PT Cakrawala Indo Semesta dengan nilai kontrak sekitar Rp2&comma;5 miliar&period; Dugaan markup harga dalam pelaksanaan kegiatan itu menjadi dasar laporan yang telah disampaikan ke Kejati Sumut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Berbagai kritik tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Medan&period; Dengan anggaran yang tidak sedikit&comma; masyarakat menilai GEMES seharusnya tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan&comma; tetapi mampu bertransformasi menjadi festival budaya yang inovatif&comma; memperkuat identitas Melayu&comma; melibatkan lebih banyak pelaku budaya lokal&comma; serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan pariwisata Kota Medan&period;&period;&ast;&ast;Erianto Ega<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;gemes-2026-telan-rp25-miliar-publik-soroti-minim-inovasi-dan-aroma-dugaan-korupsi&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version