Kementerian ATR/BPN Pastikan Tata Ruang Menjadi Kunci Utama untuk Mendukung Program Prioritas Presiden Prabowo

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Jakarta&comma; BLINKISS &&num;8211&semi; Program Prioritas yang diusung Presiden Prabowo Subianto&comma; perlu didukung dengan pengelolaan ruang yang terencana agar tidak memicu terjadinya konflik pertanahan&period; Untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik&comma; Kementerian Agraria dan Tata Ruang&sol;Badan Pertanahan Nasional &lpar;ATR&sol;BPN&rpar; mengupayakan penguatan tata ruang agar menjadi kunci utama dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Swasembada Pangan&comma; Swasembada Energi&comma; Hilirisasi&comma; serta Pembangunan Tiga Juta Rumah&comma; membutuhkan pengelolaan ruang yang tertib&comma; terintegrasi&comma; dan berkeadilan agar tidak terjadi konflik pemanfaatan lahan&period; Ruang harus kita kelola dengan baik agar tidak saling memakan ruang itu sendiri&comma;” ujar Direktur Jenderal Tata Ruang&comma; Suyus Windayana&comma; dalam Town Hall Meeting Penguatan Penataan Ruang Wilayah di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan &lpar;Kemenko IPK&rpar;&comma; Jakarta&comma; Senin &lpar;09&sol;02&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam konteks ketahanan pangan nasional&comma; Kementerian ATR&sol;BPN berusaha melindungi ketetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan &lpar;LP2B&rpar; dalam Rencana Tata Ruang&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Berdasarkan data Kementerian ATR&sol;BPN&comma; alokasi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan &lpar;KP2B&rpar; dalam tata ruang provinsi telah mencapai sekitar 67&comma;87&percnt;&period; Namun&comma; angka tersebut masih berada di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional &lpar;RPJMN&rpar;&comma; yaitu 87&percnt; dari luas Lahan Baku Sawah &lpar;LBS&rpar; yang harus ditetapkan sebagai sawah abadi&comma;” ungkap Suyus Windayana&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Tantangan dalam upaya perlindungan tersebut ada di tingkat kabupaten dan kota&period; Dari sekitar 504 kabupaten&sol;kota&comma; baru 41&comma;32&percnt; luas LBS yang dialokasikan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah &lpar;RTRW&rpar;&period; Baru ada 104 kabupaten kota yang telah memenuhi RTRW-nya dan sekitar 400 kabupaten&sol;kota yang masih perlu direvisi RTRW-nya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Untuk daerah yang belum sesuai&comma; karena ini menyangkut ketahanan pangan nasional&comma; sementara kita lakukan freeze terlebih dahulu terhadap alih fungsi lahan di kawasan pangan&period; Kawasan tersebut harus tetap digunakan sebagai kawasan pangan dan tidak boleh beralih&comma;” tegas Dirjen Tata Ruang&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Suyus Windayana juga mengungkapkan ada reformasi kebijakan dalam regulasi perencanaan tata ruang yang menetapkan perubahan RTRW tidak lagi harus menunggu lima tahun&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Revisi tata ruang kini dapat dilakukan secara parsial dan lebih cepat&comma; khususnya untuk menyesuaikan kebijakan strategis nasional&comma; seperti ketahanan pangan dan mitigasi risiko bencana&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam pertemuan ini&comma; Menko IPK&comma; Agus Harimurti Yudhoyono &lpar;AHY&rpar; menyadari bahwa memang tata ruang merupakan faktor utama dalam pembangunan di daerah&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Tata ruang harus menjadi panglima dalam pembangunan&period; Artinya&comma; sebelum merencanakan pembangunan infrastruktur di sektor apa pun&comma; arah dan batasan spasial harus ditetapkan terlebih dahulu&comma;” ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pertemuan lintas lembaga ini dihadiri pula oleh Wakil Menteri Dalam Negeri&comma; Akhmad Wiyagus&semi; Wakil Menteri Lingkungan Hidup&comma; Diaz Hendropriyono&semi; Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan&comma; Didit Herdiawan&semi; Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional &lpar;BRIN&rpar;&comma; Arif Satria&semi; Wakil Kepala BRIN&comma; Amarulla Octavian&semi; Kepala Badan Informasi Geospasial &lpar;BIG&rpar;&comma; Muh Aris Marfai&period;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;kementerian-atr-bpn-pastikan-tata-ruang-menjadi-kunci-utama-untuk-mendukung-program-prioritas-presiden-prabowo&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version