Ketua DPRD Medan Dorong Pemko Lebih Perhatikan Pelaku UMKM

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">MEDAN- BLINKISS&period;ID- Ketua DPRD Kota Medan&comma; Hasyim SE mendorong Pemerintah Kota &lpar;Pemko&rpar; Medan untuk memberi perhatian besar kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah &lpar;UMKM&rpar;&comma; baik dari sisi permodalan&comma; pelatihan dan pemasaran produk-produk yang dihasilkan&period;<br &sol;>&OpenCurlyDoubleQuote;Pengembangan UMKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya&comma;” ujar Hasyim SE&comma; Jumat &lpar;22&sol;3&sol;2024&rpar; menanggapi disahkannya Peraturan Daerah &lpar;Perda&rpar; Kota Medan tentang Perlindungan dan Pengembangan UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dikatakan Ketua DPC PDIP Kota Medan ini&comma; kebijakan Pemerintah Daerah &lpar;Pemda&rpar; perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UMKM&period; Pemko perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UMKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia &lpar;SDM&rpar; nya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Ada beberapa masalah umum yang dihadapi para pelaku UMKM dalam pengembangan usahanya antara lain pemasaran&comma; modal dan pendanaan&comma;pemakaian bahan baku&comma; produksi&comma; penyerapan tenaga kerja dan juga kesiapan menghadapi tantangan lingkungan eksternal&comma;” ujar Hasyim yang lolos menjadi Caleg DPRD Sumut Daerah Pemilihan &lpar;Dapil&rpar; Sumatera Utara 1 pada Pileg 2024 kemarin&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut Hasyim&comma; semangat dalam perlindungan dan pengembangan UMKM di Kota Medan yang tertuang dalam Perda UMKM ini harus didukung semua pihak&period; Apalagi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN &lpar;MEA&rpar; menyebabkan perdagangan barang dan jasa didasarkan pada mekanisme pasar dan persaingan bebas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dilanjutkan Hasyim&comma; dari hasil survei beberapa lembaga menunjukkan bahwa pandemi covid 19 menyebabkan banyak UMKM kesulitan melunasi pinjaman hingga membayar gaji karyawan sehingga diantaranya sampai harus melakukan PHK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Modal merupakan salahsatu permasalahan utama&period; Minimnya modal mengakibatkan kegiatan produksi menjadi terhambat sehingga keuntungan pun tidak optimal&period; Karena itu banyak pelaku usaha mencari modal dengan pinjaman bank&comma; tapi karena syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi membuat para pelaku usaha kesulitan hingga usaha menjadi mandek&comma;” ungkap Hasyim&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Untuk itu&comma; lanjut Hasyim&comma; keberadaan serta kesejahteraan para pelaku UMK di Kota Medan harus mendapatkan perhatian dan perlindungan dari Pemko Medan&comma; melalui regulasi&comma; kemudahan perizinan&comma; pelatihan&comma; pemasaran serta permodalan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;UMKM tercatat sebanyak 33&period;763 pelaku UMKM dipertengahan tahun 2022 dan sangat mungkin bertambah sehingga Perda perlindungan dan pengembangan UMKM ini sangat tepat dan segera diterbitkan di Kota Medan&comma;” ucapnya Hasyim&period; &lpar;rel&sol;Erianto&sol; EGA&rpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ketua DPRD Medan Dorong Pemko Lebih Perhatikan Pelaku UMKM<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">MEDAN- BLINKISS&period;ID- Ketua DPRD Kota Medan&comma; Hasyim SE mendorong Pemerintah Kota &lpar;Pemko&rpar; Medan untuk memberi perhatian besar kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah &lpar;UMKM&rpar;&comma; baik dari sisi permodalan&comma; pelatihan dan pemasaran produk-produk yang dihasilkan&period;<br &sol;>&OpenCurlyDoubleQuote;Pengembangan UMKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya&comma;” ujar Hasyim SE&comma; Jumat &lpar;22&sol;3&sol;2024&rpar; menanggapi disahkannya Peraturan Daerah &lpar;Perda&rpar; Kota Medan tentang Perlindungan dan Pengembangan UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dikatakan Ketua DPC PDIP Kota Medan ini&comma; kebijakan Pemerintah Daerah &lpar;Pemda&rpar; perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UMKM&period; Pemko perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UMKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia &lpar;SDM&rpar; nya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Ada beberapa masalah umum yang dihadapi para pelaku UMKM dalam pengembangan usahanya antara lain pemasaran&comma; modal dan pendanaan&comma;pemakaian bahan baku&comma; produksi&comma; penyerapan tenaga kerja dan juga kesiapan menghadapi tantangan lingkungan eksternal&comma;” ujar Hasyim yang lolos menjadi Caleg DPRD Sumut Daerah Pemilihan &lpar;Dapil&rpar; Sumatera Utara 1 pada Pileg 2024 kemarin&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut Hasyim&comma; semangat dalam perlindungan dan pengembangan UMKM di Kota Medan yang tertuang dalam Perda UMKM ini harus didukung semua pihak&period; Apalagi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN &lpar;MEA&rpar; menyebabkan perdagangan barang dan jasa didasarkan pada mekanisme pasar dan persaingan bebas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dilanjutkan Hasyim&comma; dari hasil survei beberapa lembaga menunjukkan bahwa pandemi covid 19 menyebabkan banyak UMKM kesulitan melunasi pinjaman hingga membayar gaji karyawan sehingga diantaranya sampai harus melakukan PHK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Modal merupakan salahsatu permasalahan utama&period; Minimnya modal mengakibatkan kegiatan produksi menjadi terhambat sehingga keuntungan pun tidak optimal&period; Karena itu banyak pelaku usaha mencari modal dengan pinjaman bank&comma; tapi karena syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi membuat para pelaku usaha kesulitan hingga usaha menjadi mandek&comma;” ungkap Hasyim&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Untuk itu&comma; lanjut Hasyim&comma; keberadaan serta kesejahteraan para pelaku UMK di Kota Medan harus mendapatkan perhatian dan perlindungan dari Pemko Medan&comma; melalui regulasi&comma; kemudahan perizinan&comma; pelatihan&comma; pemasaran serta permodalan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;UMKM tercatat sebanyak 33&period;763 pelaku UMKM dipertengahan tahun 2022 dan sangat mungkin bertambah sehingga Perda perlindungan dan pengembangan UMKM ini sangat tepat dan segera diterbitkan di Kota Medan&comma;” ucapnya Hasyim&period; &lpar;rel&sol;Erianto&sol; EGA&rpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">MEDAN- BLINKISS&period;ID- Ketua DPRD Kota Medan&comma; Hasyim SE mendorong Pemerintah Kota &lpar;Pemko&rpar; Medan untuk memberi perhatian besar kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah &lpar;UMKM&rpar;&comma; baik dari sisi permodalan&comma; pelatihan dan pemasaran produk-produk yang dihasilkan&period;<br &sol;>&OpenCurlyDoubleQuote;Pengembangan UMKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya&comma;” ujar Hasyim SE&comma; Jumat &lpar;22&sol;3&sol;2024&rpar; menanggapi disahkannya Peraturan Daerah &lpar;Perda&rpar; Kota Medan tentang Perlindungan dan Pengembangan UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dikatakan Ketua DPC PDIP Kota Medan ini&comma; kebijakan Pemerintah Daerah &lpar;Pemda&rpar; perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UMKM&period; Pemko perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UMKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia &lpar;SDM&rpar; nya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Ada beberapa masalah umum yang dihadapi para pelaku UMKM dalam pengembangan usahanya antara lain pemasaran&comma; modal dan pendanaan&comma;pemakaian bahan baku&comma; produksi&comma; penyerapan tenaga kerja dan juga kesiapan menghadapi tantangan lingkungan eksternal&comma;” ujar Hasyim yang lolos menjadi Caleg DPRD Sumut Daerah Pemilihan &lpar;Dapil&rpar; Sumatera Utara 1 pada Pileg 2024 kemarin&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut Hasyim&comma; semangat dalam perlindungan dan pengembangan UMKM di Kota Medan yang tertuang dalam Perda UMKM ini harus didukung semua pihak&period; Apalagi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN &lpar;MEA&rpar; menyebabkan perdagangan barang dan jasa didasarkan pada mekanisme pasar dan persaingan bebas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dilanjutkan Hasyim&comma; dari hasil survei beberapa lembaga menunjukkan bahwa pandemi covid 19 menyebabkan banyak UMKM kesulitan melunasi pinjaman hingga membayar gaji karyawan sehingga diantaranya sampai harus melakukan PHK&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Modal merupakan salahsatu permasalahan utama&period; Minimnya modal mengakibatkan kegiatan produksi menjadi terhambat sehingga keuntungan pun tidak optimal&period; Karena itu banyak pelaku usaha mencari modal dengan pinjaman bank&comma; tapi karena syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi membuat para pelaku usaha kesulitan hingga usaha menjadi mandek&comma;” ungkap Hasyim&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Untuk itu&comma; lanjut Hasyim&comma; keberadaan serta kesejahteraan para pelaku UMK di Kota Medan harus mendapatkan perhatian dan perlindungan dari Pemko Medan&comma; melalui regulasi&comma; kemudahan perizinan&comma; pelatihan&comma; pemasaran serta permodalan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;UMKM tercatat sebanyak 33&period;763 pelaku UMKM dipertengahan tahun 2022 dan sangat mungkin bertambah sehingga Perda perlindungan dan pengembangan UMKM ini sangat tepat dan segera diterbitkan di Kota Medan&comma;” ucapnya Hasyim&period; &lpar;rel&sol;Erianto&sol; EGA&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;ketua-dprd-medan-dorong-pemko-lebih-perhatikan-pelaku-umkm&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version