Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Jakarta&comma; BLINKISS- Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian alih fungsi lahan sawah melalui penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi &lpar;LSD&rpar; di berbagai wilayah Indonesia&period; Pada Maret 2026&comma; Kementerian Agraria dan Tata Ruang&sol;Badan Pertanahan Nasional &lpar;ATR&sol;BPN&rpar; sudah menyiapkan penetapan LSD di 12 provinsi&period; Langkah itu ditindaklanjuti agar semakin progresif dengan target penyusunan peta luasan LSD di 17 provinsi lainnya pada kuartal II tahun 2026&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Harapannya triwulan kedua sudah bisa kita selesaikan sehingga bisa mendapatkan peta luasan LSD dari 17 provinsi yang baru ini&comma; diharapkan pada tanggal 15 Juni 2026&comma;” ujar Wakil Menteri &lpar;Wamen&rpar; ATR&sol;Wakil Kepala &lpar;Waka&rpar; BPN&comma; Ossy Dermawan dalam Rapat Koordinasi Terbatas &lpar;Rakortas&rpar; di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI&comma; Jakarta&comma; Senin &lpar;30&sol;03&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Sebelumnya&comma; Kementerian ATR&sol;BPN telah lebih dulu menyiapkan penetapan LSD di 12 provinsi&period; Berdasarkan hasil &lowbar;<em>overlay<&sol;em>&lowbar; berbagai peta tematik&comma; total luasan LSD yang diusulkan mencapai 2&period;739&period;650&comma;36 hektare dan saat ini telah memasuki tahap finalisasi untuk ditetapkan melalui keputusan menteri&period; Ke-12 provinsi tersebut antara lain Aceh&comma; Sumatera Utara&comma; Riau&comma; Jambi&comma; Sumatera Selatan&comma; Bengkulu&comma; Lampung&comma; Bangka Belitung&comma; Riau&comma; Kalimantan Barat&comma; Kalimantan Selatan&comma; dan Sulawesi Selatan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Selanjutnya&comma; untuk perluasan ke 17 provinsi&comma; pemerintah akan memulai tahapan dengan pendekatan yang lebih komprehensif&period; Proses tersebut meliputi verifikasi data Lahan Baku Sawah &lpar;LBS&rpar; menggunakan citra satelit&comma; dilanjutkan dengan kolaborasi bersama kementerian&sol;lembaga dan pemerintah daerah&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Tentunya akan kita lakukan semaksimal mungkin&comma; mulai dari verifikasi data LBS dengan citra satelit&comma; lalu dikoreksi dengan kementerian terkait dan diklarifikasi ke pemerintah daerah&comma;” lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Tahapan itu ditargetkan rampung secara bertahap&comma; mulai dari verifikasi hingga sinkronisasi data lintas sektor pada akhir Mei 2026&period; Dengan demikian&comma; peta LSD yang dihasilkan diharapkan sudah bersifat final dan siap ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri ATR&sol;Kepala BPN pada pertengahan Juni 2026&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dalam prosesnya&comma; Kementerian ATR&sol;BPN juga melakukan &lowbar;<em>cleansing<&sol;em>&lowbar; data dengan mengintegrasikan berbagai peta&comma; seperti peta hak atas tanah&comma; peta kawasan hutan&comma; hingga Rencana Tata Ruang &lpar;RTR&rpar;&period; Langkah ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data serta menghindari tumpang tindih pemanfaatan lahan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Data-data ini nanti akan kita butuhkan dalam rangka meng-&lowbar;cleansing&lowbar; data awal yang telah kita miliki agar mendapatkan data yang lebih akurat lagi&comma;” tutur Wamen Ossy&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menekankan pentingnya dukungan lintas kementerian&sol;lembaga dalam upaya percepatan penetapan LSD ini&period; Mulai dari Badan Informasi Geospasial&comma; Kementerian Kehutanan&comma; Kementerian Pertanian&comma; Kementerian Dalam Negeri&comma; hingga Kementerian Pekerjaan Umum&comma; dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami sangat memohon dukungan dari kementerian dan lembaga terkait agar proses verifikasi dan sinkronisasi ini bisa berjalan sesuai target&comma;” pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Mendukung pernyataan Wamen Ossy&comma; Menteri Koordinator Bidang Pangan&comma; Zulkifli Hasan&comma; juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar kementerian&sol;lembaga agar target penetapan LSD dapat tercapai tepat waktu&period; Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam penyelesaian data untuk 17 provinsi dengan luasan sekitar 7&comma;44 juta hektare&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Bapak&sol;Ibu sekalian di sini ada semuanya&comma; minta dukungannya agar ini bisa berjalan sesuai dengan yang kita tetapkan waktunya&period; Mudah-mudahan pertengahan Juni ini bisa diselesaikan&comma;” pungkas Zulkifli Hasan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Hadir mendampingi Wamen ATR&sol;Waka BPN dalam Rakortas kali ini&comma; Direktur Jenderal &lpar;Dirjen&rpar; Tata Ruang&comma; Suyus Windayana&comma; serta Direktur Pengendalian Hak Tanah&comma; Alih Fungsi Lahan&comma; Kepulauan dan Wilayah Tertentu&comma; Andi Renald&period; Turut hadir&comma; Menteri Pertanian&comma; Amran Sulaiman&semi; Wakil Menteri Dalam Negeri&comma; Bima Arya&semi; serta sejumlah jajaran kementerian&sol;lembaga di bawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI&period;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;perkuat-pengendalian-alih-fungsi-lahan-sawah-wamen-ossy-targetkan-peta-lsd-baru-di-17-provinsi&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version