Reforma Agraria Desa Soso, Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Blitar&comma; BLINKISS &&num;8211&semi; Memiliki tanah bukan sekadar soal kepastian hukum&comma; tetapi juga tentang harapan akan kehidupan yang lebih layak&period; Dengan kepemilikan tanah yang jelas&comma; petani perempuan di Desa Soso kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari&comma; tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga&comma; termasuk membiayai pendidikan anak-anak mereka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Patma &lpar;55&rpar;&comma; petani perempuan asal Desa Soso&comma; Kabupaten Blitar&comma; menilik kisah yang terjadi di desanya&period; Sejak 2012&comma; Desa Soso menjadi lokasi konflik tanah berkepanjangan antara masyarakat dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah desa&period; Saat memperjuangkan lahan tempatnya berkebun&comma; Patma bahkan pernah mengalami penghadangan oleh pihak keamanan perusahaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Dulu kalau mau nanam itu takut&period; Tapi kalau tidak nanam&comma; gimana kita butuh makan&comma;” ucap Patma&comma; saat ditemui di Desa Soso&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pada 2022 melalui program Reforma Agraria yang diusung Kementerian ATR&sol;BPN&comma; lahan yang semula tidak memiliki kepastian hukum&comma; akhirnya menjadi milik Patma sendiri&period; Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar menerbitkan sertipikat hasil redistribusi tanah seluas 83&comma;85 hektare untuk Patma dan 527 keluarga penerima Sertipikat Hak Milik lainnya di Desa Soso&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Sekarang&comma; setelah Reforma Agraria kan sudah diredistribusi tanahnya&comma; ya pasti lebih aman&comma; lebih tenang&comma;” terang Patma&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kini&comma; dengan sertipikat tanah di tangan&comma; masyarakat merasa lebih tenang dan percaya diri dalam mengelola kebunnya&period; Hal ini juga dirasakan petani perempuan lainnya&comma; Indra &lpar;32&rpar;&period; Ia menyebut&comma; kepastian hukum atas tanah membuat mereka lebih leluasa menentukan jenis tanaman serta merencanakan masa depan keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Apalagi sertipikat sudah atas nama sendiri&period; Jadi kan kita merasa bangga&comma; lebih percaya diri&comma;” tutur Indra&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Perubahan signifikan juga terlihat dari sisi ekonomi&period; Warga jadi bisa memanfaatkan lahan secara optimal&comma; salah satunya dengan menanam jagung&period; Melalui kerja sama dengan PT Syngenta Indonesia&comma; petani mendapatkan bantuan bibit&comma; pendampingan&comma; hingga akses pasar dengan harga jual yang lebih baik&comma; yakni sekitar Rp8&period;500 hingga Rp9&period;000 per kilogram&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Hasil kebun pun meningkat&period; Dari lahan sekitar 1&period;500 meter persegi&comma; petani mampu menghasilkan hingga 1 ton jagung dengan nilai mencapai sekitar Rp9 juta&period; Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya&comma; di mana jagung lokal hanya menghasilkan sekitar Rp4 hingga Rp5 juta&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kalau hasilnya meningkat sudah pasti bahagia&comma; senang&comma;” pungkas Indra&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Selain bekerja di lahan&comma; perempuan juga memikul tanggung jawab domestik&period; Sepulang dari kebun&comma; mereka tetap mengurus rumah tangga&comma; mulai dari memasak hingga merawat anak&period; Meski beban kerja yang diemban lebih besar&comma; semangat gotong royong antaranggota keluarga dan kelompok tani tetap terjaga&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dengan kepastian hukum atas tanah dan peningkatan hasil pertanian&comma; perempuan di Desa Soso tidak hanya menjadi penopang keluarga&comma; tetapi juga penggerak kesejahteraan&period; Reforma Agraria pun hadir bukan sekadar memberikan akses atas tanah&comma; melainkan membuka ruang bagi perempuan untuk tumbuh lebih berdaya dan menatap masa depan dengan lebih pasti&period;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;reforma-agraria-desa-soso-menguatkan-peran-petani-perempuan-menuju-kesejahteraan&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version