Tak Hanya Finansial dan Teknologi, Peneliti UPER Ungkap Pelibatan Publik Jadi Kunci Keberhasilan Proyek Energi

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Keterangan Foto &colon; Dr&period; Farah dan tim peneliti Universitas Pertamina saat melakukan kunjungan lapangan ke salah satu pemangku kepentingan di Subang&comma; Jawa Barat &lpar;2025&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Blinkiss&period;id&comma; JAKARTA<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Penolakan masyarakat terhadap proyek energi masih menjadi tantangan signifikan di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Laporan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia &lpar;2024&rpar; mencatat terdapat 114 pengaduan terkait Proyek Strategis Nasional sepanjang 2020–2023&comma; yang didominasi sektor energi dan pertambangan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Temuan ini sejalan dengan penelitian terbaru dari Universitas Pertamina &lpar;UPER&rpar; yang menunjukkan bahwa faktor komunikasi&comma; transparansi&comma; dan tingkat kepercayaan masyarakat menjadi penentu utama penerimaan terhadap proyek energi&comma; termasuk teknologi Carbon Capture&comma; Utilization&comma; and Storage &lpar;CCUS&rpar;&comma; yaitu teknologi yang menangkap gas karbon dioksida &lpar;CO₂&rpar;—gas sisa dari aktivitas industri—agar tidak lepas ke atmosfer yang memperparah perubahan iklim&comma; Rabu &lpar;8&sol;4&sol;2026&rpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Tim peneliti Program Studi Ilmu Komunikasi UPER yang dipimpin oleh Dr&period; Ir&period; Farah Mulyasari&comma; S&period;T&period;&comma; M&period;Sc&period; bersama Muhammad Nur Ahadi&comma; M&period;I&period;Kom&period;&comma; dan Ita Musfirowati Hanika&comma; M&period;I&period;Kom&period;&comma; mengkaji persepsi masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur energi di tiga wilayah&comma; yakni Luwuk &lpar;Sulawesi Tengah&rpar;&comma; Blora &lpar;Jawa Tengah&rpar;&comma; dan Karawang &lpar;Jawa Barat&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan survei dan wawancara mendalam untuk memetakan tingkat pemahaman&comma; kekhawatiran&comma; serta faktor sosial yang memengaruhi penerimaan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi masyarakat tidak semata dipicu oleh teknologi itu sendiri&comma; melainkan oleh minimnya pelibatan publik sejak tahap awal perencanaan&comma; keterbatasan akses informasi&comma; kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan sosial&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Setiap daerah memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda&comma; sehingga pendekatan dalam implementasi CCUS tidak bisa disamaratakan&period; Strategi komunikasi dan pelibatan masyarakat perlu disesuaikan dengan konteks lokal agar lebih efektif dan dapat membangun kepercayaan&period; Di tiga wilayah yang kami teliti&comma; pemerintah setempat&comma; tokoh adat&comma; media lokal&comma; dan komunitas menjadi aktor kunci membangun kepercayaan juga menjembatani komunikasi antara proyek dan masyarakat&comma;” ungkap Dr&period; Farah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Teknologi CCUS sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transisi energi&period; International Energy Agency &lpar;2023&rpar; memperkirakan teknologi ini mampu menangkap hingga 90 persen emisi karbon dari sektor industri dan pembangkit listrik&comma; serta berkontribusi signifikan dalam upaya penurunan emisi global menuju 2050&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Namun demikian&comma; penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi teknologi tidak hanya bergantung pada kesiapan finansial dan teknologi&comma; tetapi juga pada penerimaan sosial&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Tanpa pelibatan masyarakat yang bermakna&comma; proyek energi berisiko menghadapi konflik sosial&comma; penundaan&comma; hingga kegagalan implementasi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Banyak proyek energi menghadapi hambatan bukan karena teknologinya&comma; tetapi karena masyarakat tidak merasa dilibatkan sejak awal&period; Penerimaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui komunikasi satu arah&comma; melainkan membutuhkan proses dialog yang partisipatif&comma;” tambah Dr&period; Farah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Social license to operate atau &OpenCurlyDoubleQuote;izin sosial” menjadi kunci dalam menjembatani kepentingan industri dan masyarakat&period; Melalui pendekatan ini&comma; masyarakat diposisikan sebagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam proses pengambilan keputusan&comma; sehingga kehadiran proyek energi dapat dipahami sebagai kebutuhan bersama&comma; bukan ancaman terhadap ruang hidup mereka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Rektor Universitas Pertamina&comma; Prof&period; Dr&period; Ir&period; Wawan Gunawan A&period; Kadir&comma; M&period;S&period;&comma; IPU&period;&comma; menyampaikan bahwa penelitian ini mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dan perspektif masyarakat melalui riset berbasis data&period; Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi energi harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial yang kuat&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Penelitian ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Pertamina sebagai pusat kajian energi dan komunikasi publik yang berfokus pada isu keberlanjutan&period; Hal ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan &lpar;SDGs&rpar;&comma; khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui transisi energi yang inklusif&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami isu komunikasi publik&comma; perubahan iklim&comma; dan energi&comma; Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina menawarkan pembelajaran berbasis riset nyata di bidang komunikasi risiko&comma; penerimaan publik&comma; serta strategi pelibatan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https&colon;&sol;&sol;pmb&period;universitaspertamina&period;ac&period;id&sol;&period; &lpar;JBR&sol;66&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;tak-hanya-finansial-dan-teknologi-peneliti-uper-ungkap-pelibatan-publik-jadi-kunci-keberhasilan-proyek-energi&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version