11 Februari 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

BSI Konsisten Perkuat Ekonomi Hijau, Pembiayaan Berkelanjutan, Naik 11,20%

Blinkiss.id, JAKARTA

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peran sebagai bank syariah yang inklusif dan mendukung Astacita Pemerintah sebagai penguatan ekonomi nasional serta komitmen implementasi ekonomi hijau. 

Sepanjang tahun 2025, BSI berkontribusi terhadap penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,92 Triliun naik 11,20% (YoY). Dari jumlah tersebut mayoritas atau sekitar 79% didistribusikan pada pembiayaan peningkatan pemberdayaan serta peningkatan kapasitas UMKM dan sisanya atau sekitar 21% disalurkan pada pembiayaan hijau termasuk, termasuk pembiayaan kendaraan listrik dan sukuk sustainability.  

Dari total pembiayaan di Desember 2025 yang mencapai Rp319 Triliun,  pembiayaan berkelanjutan mengkomposisi 23,18% portfolio pembiayaan BSI. Angka ini mencerminkan komitmen kuat bank terhadap ekonomi hijau, sosial, dan UMKM.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan “UMKM menjadi salah satu fokus perseroan untuk penguatan pembiayaan berkelanjutan karena segmen ini merupakan grassroot potensial yang harus dibina agar naik kelas dan sustain agar menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional”,sebut Bob T Ananta Wakil Direktur Utama BSI. 

Bob menambahkan, saat ini BSI terus memperkuat UMKM dari hulu hingga hilir, dari pembinaan UMKM non-bankable, peningkatan kapasitas usaha yang disiapkan melalui wadah BSI UMKM Center, Rabu (11/2/2026)

Selanjutnya, BSI juga terus berkolaborasi aktif dengan Kementerian dan Komunitas usaha guna memberikan literasi keuangan agar bisa meningkatkan kompetensi usahanya. 

“Bank syariah punya peran penting dalam pendampingan UMKM agar segmen ini sustain dan meningkat kapasitasnya dari sisi bank sejalan dengan kerangka ESG”, ucapnya

Lebih lanjut, Bob menjelaskan bahwa integrasi ESG dan keuangan syariah memerlukan penguatan literasi, inovasi produk, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.  

Dalam memperkuat aspek operasional, perseroan juga terus melakukan inovasi implementasi ESG. Diantaranya, BSI telah membangun gedung ramah lingkungan di Landmark BSI Aceh & BSI Tower, implementasi solar panel di kantor-kantor cabang BSI dan Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia),70 unit RVM (Recycle Vending Machine) di Jabodetabek dan Bali, 13 SPKLU di kantor cabang BSI,144 kendaraan operasional ramah lingkungan, digital carbon tracking system dan kegiatan sosialisasi dan edukatii lainnya.

Selain itu BSI juga hadir sebagai sahabat sosial yang diwujudkan melalui pendayagunaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ziswaf) yang didistribusikan untuk kemaslahatan umat dengan total pendayagunaan ziswaf pada bidang ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, dakwah& advokasi sebesar Rp400Miliar dan menjangkau lebih dari 1.2 juta penerima manfaat. Hal ini juga sebagai komitmen implementasi BSI dalam penerapan Principles For Responsible Banking.

Senada dengan yang disampaikan Bob, Perseroan juga terus meningkatkan literasi ekonomi hijau di berbagai forum internasional salah satunya dalam ajang SDG Hive ASEAN yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai bagian dari rangkaian Ethical Finance ASEAN Summit 2026. BSI hadir sebagai wakil Indonesia dalam forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang keuangan berkelanjutan dan keuangan syariah. 

Dalam sesi diskusi bertajuk Unlocking Islamic Sustainable Finance,  Bank  Syariah Indonesia menyuarakan keuangan syariah secara prinsip merupakan sistem yang berbasis nilai. Namun, nilai tersebut perlu diterjemahkan secara praktis agar mampu menghasilkan dampak yang inklusif, khususnya dalam pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BSI menekankan pentingnya pendekatan pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran modal, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha dan ketahanan jangka panjang, khususnya bagi UMKM. (JBR/66)

Facebook Comments Box
Translate »