23 Juni 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

BI Luncurkan 4 Program Tranformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Blinkiss.id, JAKARTA

UMKM merupakan fondasi penciptaan lapangan kerja dan generasi wirausaha masa ke depan yang produktif serta berdaya saing.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menopang pertumbuhan ekonomi domestik dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan UMKM tersebut juga sejalan dengan program prioritas nasional dan implementasi Asta Cita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan di Jakarta.

Momen ini dihadiri oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, serta para pimpinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian UMKM, para pimpinan perbankan, asosiasi, pondok pesantren, juga pengusaha UMKM. 

Peran strategis UMKM yang ditunjukkan melalui kontribusi terhadap perekonomian nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM (2024) menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), 90% penyerapan tenaga kerja dan 15% pangsa ekspor Indonesia.

“Meningkatnya risiko atas ketidakpastian ekonomi global, menuntut kemandirian ekonomi Indonesia melalui penciptaan wirausaha baru serta peningkatan kapasitas UMKM. Agar lebih berdampak, dilakukan pemilihan model bisnis terbaik dari UMKM binaan BI sehingga kesesuaian bisnisnya teruji di lapangan”, ucap Perry, lewat keterangan tertulisnya yang di sampaikan Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI)

Lanjut, Perry yang menegaskan bahwa Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu dirancang untuk menghasilkan dampak nyata melalui penciptaan wirausaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Program ini dilaksanakan dalam skala nasional yang memanfaatkan jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersinergi dengan K/L, stakeholders strategis, lebih dari 3.000 UMKM binaan BI, serta lebih dari 1.500 pesantren yang telah diberdayakan.

Menurut Perry, kemampuan kewirausahaan merupakan kunci kemajuan UMKM yang dibangun melalui pendidikan kewirausahaan, evaluasi, dan implementasi model bisnis yang telah teruji.

“Motivasi yang kuat, semangat pantang menyerah, juga kemampuan membangun kerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan UMKM”, ucap Perry, Senin (22/6/2026)

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pemberdayaan pondok pesantren.

Menurutnya, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat. “Melalui sinergi yang kuat dan berkelanjutan, kita berharap ekonomi syariah, khususnya yang berbasis pondok pesantren, dapat semakin berkembang dan menghadirkan keberkahan yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ungkapnya.

Terdapat empat program unggulan sebagai bagian dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu pada tahun 2026.

  1. Cangkir Barista
    Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri kopi dari hulu ke hilir, melalui fasilitasi sertifikasi internasional kepada 400 barista hingga pendampingan usaha membuka usaha kedai kopi. Para barista diharapkan dapat mengembangkan ekosistem kopi yang terhubung dengan para petani kopi dalam negeri dan importir kopi luar negeri.
  2. Citra Nusa.
    Program ini bertujuan agar UMKM wastra Indonesia semakin kuat di  pasar ekspor dan menyerap tenaga kerja yang lebih besar. Penguatan kapasitas teknis, kapasitas kewirausahaan dan inovasi desain produk kepada 300 pelaku UMKM diharapkan memperluas peluang menembus pasar global.
  3. Air Berkah Indonesia.
    Program ini mendorong kemandirian ekonomi pesantren dengan melakukan pengolahan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbasis sumber daya lokal.
    Program ini menargetkan 200 pesantren pada 2026.
  4. Tani Berkah Indonesia. 
    Melalui pemanfaatan teknologi greenhouse, program Tani Berkah Indonesia diharapkan dapat mendorong produksi dan keekonomian hasil pertanian pesantren, penyerapan tenaga kerja serta pada akhirnya turut menjaga ketahanan pangan daerah. Implementasi program ini ditargetkan pada 10 pesantren setiap tahunnya.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan daya saing UMKM, perluasan akses ekonomi dan keuangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Program ini dirancang secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan usaha, inovasi produk, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar ekspor untuk mencetak wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing. 

Bank Indonesia bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Melalui sinergi strategis ini, ekonomi kerakyatan Indonesia diharapkan akan semakin kuat, inklusif dan berkelanjutan, menuju Indonesia Emas 2045. (JBR/66)

Facebook Comments Box
Translate »