Blinkiss.id, TANGERANG SELATAN
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa pentingnya terus memperkuat tata kelola dan integritas sektor jasa keuangan guna menciptakan industri yang tangguh serta transparan juga mampu menjawab tantangan era digital khususnya menghadapi dinamika dan kompleksitas risiko yang beragam.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena melalui Kuliah Umum dengan tema “Governance Excellence: Tata Kelola Modern dan Integritas Publik” di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.
Kuliah umum salah satu bagian dari rangkaian Roadshow Governansi OJK yang diselenggarakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya tata kelola yang baik dan nilai-nilai integritas.
Sophia Wattimena juga mengatakan bahwa penguatan tata kelola merupakan kunci untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus membangun serta mempertahankan kepercayaan publik di tengah pesatnya transformasi digital.
Lewat paparannya, Sophia menjelaskan transformasi digital tidak hanya untuk menghadirkan berbagai peluang bagi sektor jasa keuangan, tetapi juga meningkatkan kompleksitas risiko yang bersumber dari teknologi, sumber daya manusia, proses bisnis, maupun ekosistem digital yang semakin saling terhubung.
“Salah satu tantangan terbesar mewujudkan integritas publik pada era digital yang meningkatnya ancaman fraud maupun serangan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, pendekatan tata kelola modern tidak dapat lagi bersifat reaktif. Organisasi harus membangun resilience, yaitu kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, merespons, memulihkan diri secara cepat ketika menghadapi ancaman,” katanya, Rabu (8/7/2026)
Menurutnya, tata kelola yang efektif juga akan melindungi para pemangku kepentingan, termasuk nasabah, investor, konsumen, dan pihak terkait lainnya, serta mendorong akuntabilitas, transparansi, juga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN Agus Bandiyono, Komite Etik Level Governance OJK Prof. Niki Lukviarman, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, dan Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma serta diikuti oleh lebih dari 600 mahasiswa secara luring maupun daring.
Pada kesempatan itu, Agus Bandiyono mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum oleh OJK sebagai bentuk sinergi antara regulator dan institusi pendidikan menanamkan budaya tata kelola yang baik dan integritas kepada generasi muda.
Selain itu, Ia juga akan mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam memperkuat integritas publik sebagai bekal dalam menjalankan tugas di sektor publik maupun sektor jasa keuangan.
Kuliah umum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membangun karakter generasi muda yang berintegritas, beretika, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tata kelola modern sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik.
Melalui Roadshow Governansi, OJK berharap nilai-nilai tata kelola yang baik dan integritas semakin tertanam dalam karakter, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan generasi muda Indonesia. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam mendukung terciptanya sektor jasa keuangan yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan. (JBR/66)












