OJK Bersama BKKBN Perkuat Literasi Keuangan Keluarga di Kampung Berkualitas

  • Bagikan

Blinkiss.id, DELI SERDANG

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sumut terus perkuat sinergi peningkatan literasi keuangan keluarga melalui kegiatan Literasi di Kampung Keluarga Berkualitas Deli Serdang.

Kegiatan diselenggarakan untuk memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 yang sekaligus menyemarakkan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 ini salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta kesadaran keluarga dalam mengelola keuangan secara bijak, terencana, dan aman di tengah perkembangan layanan keuangan digital.

Ikut dihadiri oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumut, Yusri; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Mahyuzar; Sekretaris Dinas P3AP2KB Deli Serdang Sri Mahyuni serta jajaran, pemangku kepentingan dan pengelola program pembangunan keluarga se-Kabupaten Deli Serdang.

Lewat sambutannya, Yusri menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran mendasar membangun ketahanan ekonomi masyarakat, mengingat berbagai keputusan keuangan penting dimulai dari lingkungan rumah tangga, Jumat (10/7/2026)

“Banyak keputusan keuangan penting justru dimulai dari rumah tangga, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, berutang secara bijak, memilih produk keuangan, hingga memastikan keluarga terhindar dari penipuan dan aktivitas keuangan ilegal. Oleh sebab itu, literasi keuangan keluarga menjadi sangat penting. Keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik semakin mampu menyusun prioritas, mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan masa depan, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak dan terencana,” ungkap Yusri.

Penguatan literasi maupun inklusi keuangan salah satu bagian dari agenda pembangunan nasional. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, tingkat inklusi keuangan ditetapkan sebagai salah satu indikator menuju Indonesia Emas 2045 dengan target sebesar 98 persen.

Sementara itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menargetkan tingkat literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan sebesar 93 persen pada 2029.

Namun demikian, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51 persen, sementara tingkat literasi keuangan berada pada angka 66,46 persen. Kondisi ini 1menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan dengan pemahaman masyarakat dalam menggunakannya secara tepat dan aman.

Kesenjangan perlu menjadi perhatian bersama karena masyarakat yang telah memiliki akses terhadap produk keuangan, namun belum dibekali pemahaman yang memadai, berisiko lebih rentan terhadap penipuan, investasi ilegal, judi online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan data pribadi, juga aktivitas keuangan ilegal lainnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemenduk bangga/BKKBN Provinsi Sumut, Mahyuzar, menyampaikan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk terus memperkuat pembangunan keluarga Indonesia. Sejalan dengan arah kebijakan Kemendukbangga/BKKBN, keluarga yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui aspek kependudukan dan pembangunan keluarga, tetapi juga melalui penguatan kemampuan keluarga menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk dalam mengelola keuangan.

Kampung Keluarga Berkualitas memiliki posisi strategis sebagai wadah integrasi berbagai program pembangunan keluarga di tingkat desa dan kelurahan. Melalui kolaborasi dengan OJK, edukasi keuangan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kelompok Kerja Kampung Keluarga Berkualitas, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), dan Forum Generasi Berencana (GenRe).

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi dari OJK Provinsi Sumut mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, bahaya judi online, penggunaan pinjaman online secara bijak, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang legal.

Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) telah memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah, pentingnya menabung, serta pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah untuk mendukung perencanaan keuangan keluarga.

OJK Provinsi Sumut bersama BKKBN Provinsi Sumut berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi edukasi keuangan berbasis keluarga. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya keluarga yang cerdas secara finansial, mandiri secara ekonomi, yang tangguh menghadapi risiko keuangan, sekaligus mendukung pencapaian target literasi dan inklusi keuangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (JBR/66)

Facebook Comments Box
  • Bagikan