Ratusan Mahasiswa dan Masyarakat Kenegerian Sihotang Kawal Sidang Dugaan Korupsi Bansos PENA di PN Medan

  • Bagikan

BLINKISS, MEDAN – Ratusan mahasiswa bersama masyarakat Kenegerian Sihotang, Kabupaten Samosir, menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/7/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal jalannya persidangan dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Sosial (Bansos) PENA Tahun 2024.

Masyarakat yang berasal dari Desa Siparmahan, Desa Sappur Toba, dan Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, datang dengan membawa berbagai spanduk berisi tuntutan. Salah satu spanduk bertuliskan “Periksa Bupati” sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar memeriksa pihak-pihak yang menurut mereka perlu dimintai keterangan dalam pengusutan perkara tersebut.

Selain itu, massa juga menyampaikan dukungan kepada Kejaksaan Negeri Samosir yang telah menangani perkara hingga memasuki tahap persidangan. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara terbuka, objektif, transparan, dan mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan dugaan korupsi Program Bansos PENA Tahun 2024.

Dalam orasinya, massa meminta agar penyidikan tidak berhenti pada pihak yang telah didakwa. Mereka berharap aparat penegak hukum terus mengembangkan perkara apabila ditemukan alat bukti yang mengarah kepada pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut. Massa juga meminta agar penegakan hukum dilakukan tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan seseorang.

Selain membawa spanduk, peserta aksi juga meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti berbagai pengaduan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah pusat terkait dugaan penyimpangan Program Bansos PENA Tahun 2024. Mereka berharap seluruh laporan dan dokumen yang telah disampaikan dapat menjadi bagian dari proses pembuktian di persidangan.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Kehadiran ratusan mahasiswa disebut sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang menginginkan proses hukum berjalan secara jujur, transparan, dan bebas dari intervensi.

Salah seorang perwakilan masyarakat mengatakan bahwa aksi damai tersebut dilakukan untuk mengawal proses hukum agar berjalan dengan adil.

“Kami datang bukan untuk mencari sensasi, tetapi untuk mengawal keadilan. Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu. Harapan kami sederhana, kebenaran diungkap dan keadilan ditegakkan,” ujarnya.

Hingga aksi berakhir, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Masyarakat berharap persidangan dapat mengungkap seluruh fakta hukum secara menyeluruh dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah bagi semua pihak yang terkait dalam perkara tersebut.

Facebook Comments Box
  • Bagikan