Demi Kemanusiaan, Kasus Penganiayaan Ringan di Karo Diselesaikan Lewat Restorative Justice

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Medan&comma; BLINKISS – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali menerapkan mekanisme restorative justice &lpar;RJ&rpar; dalam penanganan perkara penganiayaan ringan yang terjadi di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Karo&period; Proses penghentian perkara ini diputuskan setelah Wakil Kepala Kejati Sumut&comma; Sofiyan S&comma; SH&period;&comma; MH&comma; bersama jajaran bidang pidana umum melakukan ekspose secara virtual yang turut disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum &lpar;Jampidum&rpar; Kejaksaan Agung RI&comma; Prof&period; Dr&period; Asep N&period; Mulyana&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pelaksana Harian Kasi Penkum Kejati Sumut&comma; Husairi&comma; SH&period;&comma; MH&comma; menjelaskan bahwa perkara yang diajukan Kejari Karo ini melibatkan seorang pria bernama Sunardy&comma; Amd &lpar;30&rpar;&comma; warga Jalan Veteran Berastagi&period; Ia dilaporkan setelah melakukan tindakan kekerasan kepada kekasihnya&comma; Lolise Adelia alias Louse Adelia&comma; pada 9 Agustus 2025 lalu&period; Peristiwa bermula dari rasa cemburu ketika Sunardy mendapati kekasihnya berkomunikasi dengan pria lain&comma; sehingga tersulut emosi hingga menampar korban&period; Atas kejadian itu&comma; tersangka dijerat Pasal 351 ayat &lpar;1&rpar; KUHP tentang penganiayaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Namun&comma; dalam proses hukum&comma; Sunardy menyatakan penyesalan&comma; meminta maaf kepada korban&comma; dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya&period; Permintaan maaf tersebut diterima secara tulus oleh korban di hadapan keluarga&comma; tokoh masyarakat Berastagi&comma; serta perangkat desa setempat&period; Kedua belah pihak kemudian sepakat berdamai tanpa syarat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Melihat situasi tersebut&comma; jaksa fasilitator menilai bahwa syarat penerapan restorative justice terpenuhi&period; Apalagi tersangka adalah yatim piatu dan sehari-hari bekerja membantu pamannya yang berdagang&comma;” terang Husairi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Ia menambahkan&comma; Kejati Sumut terus mendorong penerapan RJ sebagai bentuk keadilan yang lebih humanis&comma; selaras dengan hati nurani masyarakat&comma; serta sejalan dengan arahan Kajati Sumut agar setiap perkara yang layak diselesaikan secara damai dapat menjadi contoh kebaikan dan menjaga kearifan lokal&period; &lpar;Agung&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;demi-kemanusiaan-kasus-penganiayaan-ringan-di-karo-diselesaikan-lewat-restorative-justice&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version