PGN Perkuat Implementasi Keselamatan Migas melalui Sinergi dengan Ditjen Migas
Blinkiss.id, JAKARTA
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi keselamatan migas sebagai fondasi utama menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Kegiatan Audiensi Umum dengan Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di Lingkungan Subholding Gas PGN yang diselenggarakan di Kantor Pusat PGN, Jakarta.
Kegiatan ini menghadirkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Joko Hadi Wibowo, selaku Pembina Sektor Keselamatan pada kegiatan usaha Migas. Pada kesempatan tersebut, Joko menyampaikan arah kebijakan pemerintah, penguatan regulasi, serta implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) dalam mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Audiensi ini juga dihadiri oleh jajaran Direksi PGN, yaitu Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, serta Direktur Komersial Aldiansyah Idham, bersama para pimpinan dan perwakilan entitas di lingkungan Subholding Gas yang bertindak sebagai Kepala Teknik maupun Wakil Kepala Teknik, Jumat (3/7/2026)
Melalui paparannya, Joko Hadi Wibowo menekankan bahwa aspek keselamatan merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung swasembada energi nasional. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas, penguatan budaya keselamatan, pencapaian Zero Unplanned Shutdown, serta peningkatan keandalan instalasi menjadi bagian penting untuk menjamin pasokan energi nasional yang aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, sekaligus menjaga keandalan instalasi serta keberlangsungan pasokan energi nasional. Sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional,” ungkap Joko.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mewakili manajemen PGN, menyampaikan bahwa sebagai Subholding Gas yang mengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, keselamatan merupakan nilai utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas. Implementasi HSSE tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus kami perkuat agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan energi nasional,” imbuhnya.
Sebagai operator infrastruktur gas bumi nasional yang beroperasi di 18 provinsi dan melayani berbagai segmen pelanggan melalui jaringan pipa maupun beyond pipeline, PGN terus memperkuat penerapan HSSE secara menyeluruh pada seluruh rantai bisnis, mulai dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG, hingga pengolahan gas bumi.
Penguatan tersebut diwujudkan melalui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), Management Walkthrough (MWT), CEO Safety Talk, Management on Duty (MoD), peningkatan kompetensi pekerja, penguatan budaya keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap keandalan aset dan instalasi. Seluruh program tersebut diarahkan untuk menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, instalasi, dan lingkungan sekaligus memastikan kontinuitas pasokan energi nasional.
Kinerja HSSE PGN juga terus menunjukkan hasil yang positif. Hingga Mei 2026, Subholding Gas telah membukukan lebih dari 484 juta Safe Man Hours, melaksanakan 48 Management Walkthrough (MWT) dan 23 Management on Duty (MoD), serta memperoleh berbagai penghargaan keselamatan migas, di antaranya 15 Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa.
Selain itu, sejumlah entitas Subholding Gas juga berhasil meraih 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pengelolaan lingkungan dan keselamatan perusahaan.
Melalui audiensi ini, PGN juga memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Migas dalam mengimplementasikan berbagai ketentuan keselamatan migas, termasuk penguatan budaya keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, inspeksi dan pemeriksaan keselamatan, serta peningkatan keandalan instalasi sesuai ketentuan yang berlaku.
PGN meyakini bahwa penerapan budaya keselamatan yang kuat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus mendukung agenda pemerintah mewujudkan ketahanan energi nasional. Ke depan, PGN akan terus memperkuat implementasi HSSE secara konsisten melalui kolaborasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga operasional perusahaan dapat berlangsung secara aman, andal, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun perekonomian nasional. (JBR/66)

