Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia Road to PEKAN REKSA DANA 2026
Blinkiss.id, MEDAN
Untuk mendorong Literasi Reksa Dana di Medan melaluiKampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa DanaMedan, 14 April 2026 Dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06% menjadi sebesar Rp679,24 Triliun jika dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp502,92 Triliun.
Sedangkan secara total dana kelolaaninvestasi mengalami kenaikan sebesar 25,19% dari Rp804,87 Triliun pada akhir 2024 menjadi Rp1.007,65 Triliun pada akhir 2025.
Dana kelolaan tersebut merupakan yang tertinggi setelah kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukan pertumbuhan yang stagnan. Pertumbuhan AUM Reksa Dana yang paling tinggi di tahun 2025 adalah jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap untuk dilanjutkan dengan jenis Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Teproteksi dan Reksa Dana Saham.
Sedangkan jenis Reksa Dana yang mengalami penurunan adalah Reksa Dana Indeks. Hal ini juga menunjukkan profil investor Indonesia yang cenderung masih konservatif – moderat dalam berinvestasi.
Adapun kinerja Reksa Dana tertinggi berdasarkan indeks Reksa Dana dari data Pasardana.id pada akhir tahun 2025 adalah Reksa Dana Saham sebesar 17,23%, Reksa Dana Campuran 12,48%, lalu Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar 6,96%, dan Reksa Dana Pasar Uang sebesar 3,18%.
Pencapaian kinerja Reksa Dana Saham ini sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia yang ditandai dengan pertumbuhan IHSG di tahun 2025 sebesar 22,13%.
Sedangkan dari sisi jumlah investor Reksa Dana terus menunjukkan tren peningkatan, dimana berdasarkan data SID dari KSEI hingga akhir tahun 2025 adalah sebanyak 19,2 juta SID, tumbuh sebesar 3,23% dari 18,6 juta SID di akhir tahun 2024.
Menarik dari jumlah investor yang didominasi investor muda berusia di bawah 30 tahun, mencapai 54,24% daritotal investor.
Ini tentunya menunjukkan semakin banyak generasi muda Indonesia paham berinvestasi dan sudah memulainya sejak usia muda, Selasa (14/4/2026).
Sehubungan dengan hal itu, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) mewadahi 6 asosiasi yang terkait di industri Reksa Dana serta pelaku pengelolaan investasi di Indonesia, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terus berupaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi Reksa Dana kepada masyarakat.
Di tahun 2026, sinergi antara Asosiasi, OJK dan SRO untuk mendorong literasi serta inklusi Reksa Dana kepada masyarakat diIndonesia ini diwujudkan melalui peluncuran program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di beberapa kota di Indonesia. Dalam kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini, APRDI dengan didukung oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengadakan roadshow di 5 kota di Indonesia, yaitu Surabaya (7-8 April), Semarang (9-10 April), Medan (14-15 April), Makassar (16-17 April), dan Bandung (20-21 April).
Kegiatan SOSEDU APRDI 2026 di Medan diawali dengan penyelenggaraan kelas edukasi investasi Reksa Dana bagi jurnalis yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Selain itu, edukasi juga mahasiswa dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara yang telah bekerja sama dengan Galeri Investasi BEI, yaitu Universitas Satya Terra Bhinneka, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Pelita Harapan, Universitas Negeri Medan (Unimed) dan STIE Bina Karya Tebing Tinggi.
Sebagaipuncak rangkaian kegiatan SOSEDU APRDI 2026, pada tanggal 27 April 2026 akan diselenggarakan seremoni peluncuran
program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Yusri selaku Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumut menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusiinvestasi yang sehat di masyarakat, khususnya instrumen Reksa Dana.
Edukasi kepada berbagai segmen masyarakat, menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman publik terhadap produk keuangan legal serta meningkatkan kepercayaan terhadap industri pasar modal.
“Dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, diperlukan upaya yang terstruktur, masif, danberkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini kami memperkenalkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana(PINTAR Reksa Dana) sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasipartisipasi masyarakat yang lebih luas.
Melalui pendekatan investasi yang dilakukan secara terencana dan berkala, program inidiharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk Reksa Dana melalui berbagai medium, baik secara offlinemaupun online, sekaligus membangun kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan,” sebut Yusri.
Ia menambahkan bahwa melalui program berharap seluruh lapisan masyarakat baik mahasiswa, pekerja, maupun ibu rumah tangga di berbagai wilayah, memiliki kesempatan yang setara untuk memulai dan mengembangkan perjalanan investasinya secara bijak, terukur, dan berlandaskan pemahaman yang memadai.
Selain itu, Yusri juga mengingatkan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuanganilegal yang masih marak terjadi, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun praktik judi online yang dapat menimbulkan kerugian finansial dan dampak sosial yang luas.
Maka untuk itu, masyarakat diimbau selalu memastikan legalitas produk serta lembaga keuangan sebelum melakukan investasi atau memanfaatkan layanan keuangan.
Lolita Liliana, Ketua Presidium Dewan APRDI, menyampaikan “Pertumbuhan signifikan dana kelolaan Reksa Dana di tahun 2025 untuk mencerminkan atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional.
Kinerja posif, didukung oleh pertumbuhan investor – khususnya generasi muda – dan menjadi momentum penbng bagi industri untuk terus memperluas literasi dan inklusi. Melalui rangkaian SOSEDU APRDI 2026, kami ingin
menyampaikan edukasi bagi jurnalis maupun mahasiswa, serta mendorong partisipasi aktif para peserta melalui kompersi kreatif, yaitu lomba penulisan arbkel bagi jurnalis dan kompebsi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa.
Dengan pendekatan yang lebih akbf dan kreabf ini, kami ingin mendorong peningkatan pemahaman investasi Reksa Dana, sehingga masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana. ”Lolita dalam menambahkan bahwa APRDI telah menyiapkan hadiah menarik sejumlah total Rp55 juta sebagai hadiah dalam kompebsi lomba penulisan artikel bagi wartawan dan lomba pembuatan Reels Instagram Reels bagi mahasiswa.
Pemenanglomba akan diumumkan pada tanggal 17 Juni 2026 melalui akun Instagram @ReksaDanaAja. Seluruh karya diikut sertakan dalam lomba, baik dari wartawan maupun mahasiswa, wajib dipublikasikan selama periode Pekan ReksaDana 2026 yang berlangsung pada tanggal 25 April hingga 1 Mei 2026.
Untuk mendorong pertumbuhan industri dan pengelolaan investasi Reksa Dana ke depannya, OJK telah membentuk bmkerja (task force) bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri Reksa Dana dan Pasar Modal Indonesia sesuai amanat UU P2SK. (JBR/66)

