Kekeringan di Desa Pematang Rahim, Kehancuran Lingkungan dan Kebijakan Perusahaan

  • Bagikan

<p><strong>JAMBI&comma; blinkiss&period;id<&sol;strong><em> &&num;8211&semi;<&sol;em> Suara mesin chainsaw bergema di hutan&comma; mematahkan keheningan alam&period; Rusnawati&comma; seorang anggota Masyarakat Peduli Api &lpar;MPA&rpar; Desa Pematang Rahim&comma; menyaksikan dengan pasrah saat pohon-pohon besar tumbang ke tanah&period; Dua lelaki membawa parang&comma; mengejutkan hati Rusnawati yang terpaku dalam ketakutan&period; &&num;8220&semi;Saya pernah melihat mereka menebang kayu&period; Tapi diam saja&comma; saya takut&comma;&&num;8221&semi; cerita Rusnawati di rumahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; ancaman terbesar yang melanda desa ini bukanlah perambah hutan&comma; melainkan kekeringan&period; Saat musim kemarau&comma; air di rumah Rusnawati sering mati&period; Beberapa tahun terakhir&comma; warga desa ini harus bergantung pada air tanah dengan kedalaman lebih dari 100 meter&period; &&num;8220&semi;Kalau kemarau&comma; air sering mati&period; Kami harus pergi jauh ke anak danau &lpar;lopak&rpar; yang berjarak lebih dari 1 kilometer dari rumah untuk mengambil air&comma;&&num;8221&semi; ungkap perempuan pemadam api ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perubahan dramatis ini telah terjadi sejak perusahaan beroperasi di desa tersebut sejak tahun 2004&period; Perusahaan tersebut membuka hutan gambut di belakang desa&comma; dengan luas ribuan hektar&period; Mereka menanam akasia dan eucalyptus&comma; tanaman yang tidak sesuai dengan ekosistem asli hutan gambut&period; Selain itu&comma; perusahaan juga membangun jaringan kanal untuk mengendalikan air sesuai kebutuhan mereka&period; &&num;8220&semi;Ketika musim hujan&comma; kanalnya dibuka&period; Kalau musim kering&comma; kanalnya ditutup rapat&period; Akhirnya&comma; kami kekeringan saat musim kemarau dan kebanjiran saat musim hujan&comma;&&num;8221&semi; keluh Rusnawati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; masalah ini tidak hanya melibatkan satu perusahaan&period; Desa Pematang Rahim dikelilingi oleh PT Wira Karya Sakti &lpar;WKS&rpar;&comma; pemegang izin hutan tanaman industri&comma; PT Agrotamex Sumindo Abadi &lpar;PT ASA&rpar;&comma; perusahaan perkebunan kelapa sawit&comma; dan bahkan Petrochina Ujung Jabung Ltd&comma; perusahaan migas yang juga mengantongi izin di kawasan hutan lahan gambut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam situasi ini&comma; hutan lindung gambut Sungai Buluh seluas 17&period;476 hektar yang mencakup hutan desa Pematang Rahim dengan luas 1&period;185 hektar&comma; tenggelam dalam tekanan dari sejumlah perusahaan besar&period; PT Wira Karya Sakti seluas 23&period;993 hektar&comma; PT Mendahara Agro Jaya Industri anak PTPN VI 3&period;231&comma;95 hektar&comma; PT Kaswari Unggul seluas 10&period;500 hektar&comma; dan PT Indonusa Agro Mulya seluas 10&period;670 hektar&comma; semuanya mempersempit dan mengancam hutan lindung tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kekeringan yang dirasakan oleh warga desa adalah cerminan dari kerusakan ekosistem gambut yang telah terjadi&period; Perusahaan-perusahaan ini mungkin menguntungkan bagi industri&comma; tetapi mereka telah membawa malapetaka bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal&period; Dalam konteks ini&comma; penting bagi otoritas dan organisasi lingkungan untuk bersatu dan mencari solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi perubahan lingkungan yang mengancam keberlanjutan hidup masyarakat dan ekosistem gambut yang berharga ini&period; <em>Informasi ini disadur dari berita terpercaya&period;<&sol;em><&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;kekeringan-di-desa-pematang-rahim-kehancuran-lingkungan-dan-kebijakan-perusahaan&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version