19 Juni 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

Ketua Yayasan Kesehatan HKBP Letjen (Purn.) Hinsa Siburian Minta Dukungan Semua Pihak untuk Pembangunan RS HKBP Balige

BLINKISS, BALIGE – Ketua Yayasan Kesehatan HKBP, Letjen (Purn.) Hinsa Siburian, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan Rumah Sakit (RS) HKBP Balige yang direncanakan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan modern di kawasan Danau Toba.

Ajakan tersebut disampaikan Hinsa Siburian saat memimpin rapat strategis Yayasan Kesehatan HKBP yang digelar secara daring pada Rabu (17/6/2026). Rapat membahas berbagai aspek pembangunan rumah sakit, mulai dari desain konstruksi, pendanaan, tahapan pembangunan hingga strategi operasional ke depan.

Dalam arahannya, Hinsa menegaskan bahwa pembangunan RS HKBP Balige merupakan proyek pelayanan strategis yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah Tapanuli dan Danau Toba.

“Pembangunan RS HKBP Balige adalah panggilan pelayanan. Ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun harapan dan masa depan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, kami memohon dukungan semua pihak agar cita-cita besar ini dapat terwujud,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan dibutuhkan dari berbagai kalangan, mulai dari jemaat HKBP, pemerintah, tokoh masyarakat, profesional, diaspora Batak hingga dunia usaha agar pembangunan rumah sakit dapat berjalan sesuai harapan.

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Yayasan Kesehatan HKBP dr. Bonar Sinaga, Sp.OG, Bendahara Nursinta Sinambela, SE, MMTI, serta jajaran pengurus dan tenaga ahli lainnya, termasuk Direktur RS HKBP Balige dr. Saut Hutasoit dan Kepala Kantor Yayasan Kesehatan HKBP Balige Timothy Mangara Pardede.

Dalam pembahasan rapat, para pengurus mengkaji konsep rumah sakit yang dirancang sebagai fasilitas kesehatan modern bertingkat dengan kapasitas layanan yang memadai. Rumah sakit tersebut direncanakan memiliki berbagai layanan unggulan, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, ruang rawat inap, laboratorium, radiologi, layanan dokter spesialis, Intensive Care Unit (ICU), pusat layanan ibu dan anak, serta berbagai fasilitas penunjang medis lainnya.

Selain mengedepankan aspek pelayanan kesehatan modern, desain bangunan juga dirancang tetap mengakomodasi nilai-nilai budaya Batak dan semangat pelayanan HKBP, sehingga dapat menjadi simbol pelayanan sosial gereja yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pengurus yayasan juga menyoroti pentingnya tata kelola yang profesional, manajemen rumah sakit yang modern, serta strategi pembiayaan yang berkelanjutan agar RS HKBP Balige mampu berkembang menjadi rumah sakit rujukan di kawasan Danau Toba.

Hinsa Siburian menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit harus menjadi gerakan bersama yang didukung seluruh pihak.

“Kita perlu bersatu dalam visi yang sama. Dengan dukungan, doa, dan kerja sama seluruh pihak, RS HKBP Balige akan menjadi legacy besar pelayanan HKBP bagi masyarakat Indonesia, khususnya kawasan Tapanuli dan Danau Toba,” tegasnya.

Melalui rapat teknis tersebut, Yayasan Kesehatan HKBP berharap proses pembangunan RS HKBP Balige dapat segera memasuki tahap implementasi. Kehadiran rumah sakit ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan humanis bagi masyarakat luas.

(Agung)

Facebook Comments Box
Translate »