OJK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan di Tebing Tinggi
Blinkiss. id, TEBING TINGGI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi keuangan kepada kaum perempuan di Kantor Walikota Tebing Tinggi.
Kegiatan yang diikuti oleh anggota PKK, Dharma Wanita, pelaku usaha perempuan, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertujuan memperkuat literasi serta inklusi keuangan perempuan sebagai upaya mendukung ketahanan ekonomi keluarga maupun meningkatkan pelindungan masyarakat dari berbagai risiko di sektor jasa keuangan.
Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumut, Reza Leonhard yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis pada pengelolaan keuangan keluarga sehingga peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Untuk itu, peningkatan literasi keuangan terhadap perempuan menjadi sangat penting agar masyarakat semakin cerdas mengelola keuangan, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat, juga dalam terlindungi dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan,” ucap Reza Leonhard.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Berdasarkan gender, indeks literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mencapai 65,58 persen.
Adapun indeks inklusi keuangan laki-laki dan perempuan relatif sebanding, masing-masing sebesar 80,73 persen dan 80,28 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun akses masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan semakin luas, peningkatan pemahaman, pengetahuan, keterampilan keuangan masih perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, aman, dan bertanggung jawab, Rabu (24/6/2026).
Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik melalui sambutannya menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga maupun pembangunan ekonomi masyarakat.
“Dalam banyak rumah tangga, perempuan berperan sebagai pengelola keuangan keluarga, pengambil keputusan sebagai kebutuhan sehari-hari, bahkan menjadi pelaku usaha yang menopang perekonomian keluarga.
Oleh karena itu, perlu kemampuan dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak merupakan keterampilan yang sangat penting,” papar Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi.
Dalam kegiatan itu, OJK bersama Bank Indonesia (BI) memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan, pelindungan konsumen, kewaspadaan terhadap berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang saat ini semakin beragam.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali produk dan layanan jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK.
Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum menggunakan atau berinvestasi pada suatu produk keuangan.
Selain itu, peserta akan diberikan pemahaman mengenai berbagai modus pinjaman online ilegal, penyalahgunaan data pribadi, investasi ilegal, hingga risiko judi online yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun keharmonisan keluarga.
Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diluncurkan OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara masif, merata, serta yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan perempuan dapat semakin berperan sebagai pengelola keuangan keluarga yang cakap, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, serta menjadi agen perubahan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya secara ekonomi. (JBR/66)
