Pakar UPER Jelaskan Terkait Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Blinkiss&period;id&comma; JAKARTA<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Fenomena gempa ganda &lpar;seismic doublet&rpar; yang mengguncang Venezuela pada Rabu &lpar;24&sol;6&rpar; waktu setempat yang menjadi perhatian para ahli karena tergolong sangat langka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Rangkaian dua yang berkekuatan magnitudo 7&comma;2 dan 7&comma;5 terjadi hanya dalam selang 39 detik dengan menewaskan sedikitnya 1&period;943 orang&comma; melukai dari 10 ribu orang&comma; serta memaksa lebih dari 15 ribu warga mengungsi dengan berdasarkan laporan otoritas setempat hingga 30 Juni&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut pakar kebumian sekaligus dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina &lpar;UPER&rpar;&comma; Iktri Madrinovella&comma; M&period;Si&period;&comma; besarnya dampak gempa di Venezuela dipengaruhi oleh fenomena seismic doublet&comma; yaitu dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan dalam waktu sangat singkat&period; Meski jarang terjadi&comma; fenomena ini dapat memperparah dampak bencana karena masyarakat harus menghadapi dua guncangan besar dalam waktu nyaris bersamaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&&num;8220&semi;Pada kasus di Venezuela&comma; gempa pertama diduga memicu pergerakan patahan aktif di sekitarnya sehingga terjadi gempa kedua yang kekuatannya lebih besar hanya 39 detik kemudian&period; Rangkaian guncangan inilah dapat memperparah dampak kerusakan dibandingkan jika hanya terjadi satu gempa besar&comma;&&num;8221&semi; jelas Iktri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurut Iktri&comma; wilayah utara Venezuela berada di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang didominasi oleh sesar geser &lpar;strike-slip&rpar;&comma; yaitu patahan menyebabkan dua bagian kerak bumi saling bergeser secara mendatar&period; Pergerakan yang terus berlangsung membuat tekanan di sepanjang patahan terus menumpuk hingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa bumi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Meski terjadi di Amerika Selatan&comma; Iktri menilai fenomena tersebut memiliki relevansi bagi Indonesia yang sama-sama berada di kawasan tektonik aktif&comma; Sabtu &lpar;4&sol;7&sol;2026&rpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menurutnya&comma; karakteristik geologi serupa juga dijumpai di sejumlah wilayah Indonesia sehingga pembelajaran dari peristiwa penting untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di dalam negeri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Gempa Mentawai-Bengkulu pada 2007 maupun gempa Lombok pada 2018 menjadi contoh bahwa rangkaian gempa besar dapat terjadi akibat aktivitas tektonik yang saling berkaitan&period; Ketika terjadi gempa besar&comma; tekanan di dalam kerak bumi dapat berubah dan memicu pergerakan pada patahan atau zona subduksi di sekitarnya sehingga memunculkan gempa berikutnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&&num;8220&semi;Rangkaian gempa seperti yang terjadi di Venezuela juga berpotensi terjadi pada sejumlah jalur patahan aktif di Indonesia&comma; termasuk Sesar Sumatera dan Palu-Koro&period; Karena itu&comma; mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh&comma; mulai dari pemetaan wilayah rawan dan pembangunan infrastruktur yang aman hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat&comma;&&num;8221&semi; papar Iktri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Salah satu bentuk mitigasi tersebut ialah pemetaan kerentanan seismik yang menjadi dasar penyusunan tata ruang pembangunan infrastruktur tahan gempa&period; Pendekatan ini diterapkan Iktri melalui penelitian kolaboratif di kawasan pesisir Teluk Palu dengan menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio &lpar;HVSR&rpar;&comma; yang menunjukkan adanya wilayah dengan tingkat kerentanan seismik tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Temuan yang menunjukkan bahwa informasi mengenai tingkat kerentanan suatu wilayah perlu menjadi dasar dalam penyusunan tata ruang&comma; pembangunan infrastruktur&comma; dan standar bangunan tahan gempa agar risiko kerusakan dapat dikurangi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pjs&period; Rektor Universitas Pertamina&comma; Prof&period; Dr&period; tech&period; Djoko Triyono&comma; M&period;Si&period;&comma; mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela menjadi pengingat bahwa investasi pada riset kebencanaan sama pentingnya pembangunan infrastruktur&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&&num;8220&semi;Sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang energi dan kebumian&comma; Universitas Pertamina berkomitmen memperkuat riset&comma; inovasi&comma; serta kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung mitigasi bencana di Indonesia&period; Pembelajaran dari berbagai peristiwa global menjadi dasar untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana&comma;&&num;8221&semi; ucap Prof&period; Djoko&period; &lpar;JBR&sol;66&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;pakar-uper-jelaskan-terkait-gempa-ganda-seperti-di-venezuela-terjadi-di-indonesia&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version