Pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo Dimulai Tahun Ini, Bobby Nasution Ajak Warga Kawal Bersama

  • Bagikan

BLINKISS, GUNUNGSITOLI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo di Kota Gunungsitoli akan mulai dikerjakan pada tahun ini. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan agar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat meninjau langsung kondisi Jembatan Sungai Mo’awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, Rabu (15/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bobby didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain meninjau kondisi jembatan, Bobby juga berdialog dengan warga dan nelayan terkait berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.

Saat berada di lokasi, Bobby melihat kondisi lantai jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah sehingga membahayakan pengguna jalan dan sering menyebabkan kemacetan.

“Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya agar pembangunan ini berjalan lancar,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, pembangunan jembatan tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, pelaksanaannya sempat tertunda karena berbagai kendala.

Ia pun meminta seluruh masyarakat memberikan dukungan dan tidak menghambat proses pembangunan yang dilakukan demi kepentingan bersama.

“Saya hadir di sini atas nama pemerintah untuk menjalankan tugas negara. Kuncinya, jangan sampai pembangunan ini dihalang-halangi,” katanya.

Bobby menegaskan pemerintah akan tetap memperhatikan masyarakat yang terdampak selama proses pembangunan berlangsung. Jika ada warga yang mengalami gangguan terhadap aktivitas ekonomi akibat proyek tersebut, pemerintah akan mencari solusi terbaik agar tidak ada yang dirugikan.

“Saya tidak berpikir untuk satu orang, tetapi untuk kepentingan masyarakat luas. Kalau ada dampak terhadap masyarakat, kita akan carikan solusi dan alternatif selama pembangunan berlangsung,” tegasnya.

Selain membahas pembangunan jembatan, Bobby juga menerima berbagai aspirasi dari para nelayan, seperti pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI), dermaga perahu, pemecah ombak, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Bobby meminta dinas terkait segera melakukan kajian bersama pemerintah daerah dan perwakilan nelayan agar seluruh rencana pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan data yang akurat.

“Saya minta dinas terkait membahas bersama nelayan dan pemerintah daerah agar kita mengetahui kebutuhan yang sebenarnya, sehingga pembangunan tidak dilakukan asal-asalan,” ujarnya.

Bobby juga mempertimbangkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan di Gunungsitoli. Menurutnya, keberadaan UPT tersebut akan mempermudah pelayanan administrasi kapal nelayan berukuran di atas 5 GT, termasuk pengurusan rekomendasi untuk memperoleh BBM bersubsidi.

Sementara itu, Kepala Desa Saewe, Martonlis Telaumbanua, mengapresiasi kehadiran Gubernur Sumut yang berkantor di Kepulauan Nias. Ia berharap perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Nias.

Facebook Comments Box
  • Bagikan