2 Juni 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

Pemko Medan Bantah Janji Biayai Akomodasi AFF U-19, Sekda Wiriya: Itu Tanggung Jawab PSSI

MEDAN, BLINKISS – Pemerintah Kota (Pemko) Medan membantah tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026. Pemko menegaskan sejak awal tidak pernah menyatakan kesediaan menanggung biaya hotel maupun penginapan bagi peserta turnamen sepak bola internasional tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan keterlibatan Pemko Medan dalam persiapan penyelenggaraan AFF U-19 hanya sebatas dukungan fasilitas olahraga berupa stadion dan lapangan yang akan digunakan selama kejuaraan berlangsung.

“Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan lainnya bagi peserta AFF. Tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion,” ujar Wiriya kepada wartawan, Senin (1/6/2026).

Menurut Wiriya, dalam pertemuan yang berlangsung pada Maret 2026, Pemko Medan diminta menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah daerah, yakni Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga dan Lapangan Taman Cadika. Namun setelah dilakukan inspeksi oleh PSSI, beberapa fasilitas tersebut dinilai belum memenuhi standar sehingga diperlukan perbaikan.

Ia menjelaskan, Lapangan Kebun Bunga dan Taman Cadika dipersiapkan sebagai lokasi latihan peserta AFF U-19, sementara Stadion Teladan direncanakan menjadi venue pertandingan meski hingga kini masih dalam proses renovasi.

“Kontrak pekerjaan Stadion Teladan baru selesai September 2026. Dari awal PSSI sudah mengetahui stadion ini masih dalam tahap pengerjaan melalui proyek APBN dan APBD. Namun Pemko tetap berupaya maksimal mendukung pelaksanaan AFF dengan membenahi fasilitas yang diperlukan seperti kamar mandi, ruang ganti pemain dan ruang ofisial,” katanya.

Wiriya menambahkan, Pemko Medan juga melakukan gotong royong di kawasan stadion untuk mendukung kesiapan venue, meskipun secara teknis proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena belum diserahterimakan.

Terkait permintaan pembiayaan akomodasi, Wiriya mengungkapkan surat dari PSSI baru diterima Pemko Medan pada 24 Mei 2026. Setelah dipelajari, pemerintah daerah menilai tidak terdapat dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah untuk membiayai kebutuhan tersebut.

“Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan atau aturan yang dapat mengakomodasi permintaan tersebut. Anggaran juga tidak tersedia untuk itu, sehingga tidak bisa dipenuhi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiriya menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan Keolahragaan, penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional merupakan tanggung jawab induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan.

“Dalam hal ini penyelenggaranya jelas PSSI. Bahkan ada surat dari Sekretaris Jenderal Kemenpora kepada PSSI tertanggal 29 April 2026 terkait penyelenggaraan AFF. Jadi penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan kewenangan dan tanggung jawab PSSI bersama federasi sepak bola terkait,” ujarnya.

Karena itu, Pemko Medan menilai tidak tepat apabila biaya akomodasi peserta dibebankan kepada pemerintah daerah melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Menurutnya, ketentuan penggunaan dana BTT sebagaimana diatur dalam PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah tidak dapat diterapkan untuk pembiayaan akomodasi peserta AFF U-19.

“Jangan kemudian tiba-tiba meminta menggunakan dana BTT. Tidak bisa seperti itu. Pemda hanya membantu penyediaan fasilitas stadion dan lapangan,” katanya.

Untuk memperjelas persoalan tersebut, Pemko Medan telah mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 26 Mei 2026 guna meminta penjelasan terkait permintaan dukungan pembiayaan yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sebelumnya, persoalan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship 2026 mencuat setelah sejumlah tim peserta dikabarkan mengalami kendala pembayaran hotel. Salah seorang panitia pelaksana, Muhammad Fauzi, menyampaikan kekecewaannya karena Pemko Medan dinilai tidak memenuhi komitmen terkait pembiayaan akomodasi peserta.

Menurut Fauzi, Timor Leste bahkan telah meninggalkan salah satu hotel di Medan akibat persoalan pembayaran, sementara tim Filipina disebut berpotensi mengalami kondisi serupa.

“Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, tentu akan berdampak pada citra penyelenggaraan turnamen,” ujarnya.

(Agung)

Facebook Comments Box
Translate »