27 Februari 2025

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

OJK Bersama Pemkab Deli Serdang Gelar Training of Trainer untuk Penyuluh Pertanian

2 min read

Blinkiss.id, Lubuk Pakam

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mengadakan Training of Trainer (ToT) bagi Tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster Pertanian.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan penyuluh pertanian, sehingga mereka dapat menjadi agen edukasi bagi para petani dalam mengakses pembiayaan usaha pertanian yang lebih efektif, Kamis (27/2/2025)

Acara yang digelar di Kantor Bupati Deli Serdang ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Timur Tumanggor, serta Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, yang mewakili Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Yovvi menekankan pentingnya peran tenaga penyuluh dalam menyebarluaskan pemahaman terkait akses pembiayaan yang tepat guna bagi petani.

“Tenaga PPL memiliki peran strategis guna memberikan edukasi keuangan kepada petani, sehingga mereka bisa mengakses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha pertanian. Dengan begitu, produktivitas sektor pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan,” papar Yovvi Sukandar.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Deli Serdang, Timur Tumanggor, menyampaikan harapannya agar ToT ini dapat membekali tenaga PPL dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan luas.

“Kami berharap tenaga penyuluh pertanian dapat menjadi fasilitator yang andal dalam mengedukasi petani mengenai cara mengakses serta memanfaatkan KUR Klaster secara optimal, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha pertanian,” sebut Timur Tumanggor.

Selain membahas manfaat dan mekanisme KUR Klaster Pertanian, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari OJK Provinsi Sumatera Utara, Bank Sumut, dan BPJS Ketenagakerjaan. Para narasumber memberikan materi seputar akses keuangan, manfaat perlindungan bagi pekerja sektor pertanian melalui jaminan sosial ketenagakerjaan, serta strategi pengelolaan usaha tani yang lebih efektif.

Tak hanya itu, OJK juga memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan bahaya judi online. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko finansial yang dapat merugikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para tenaga penyuluh pertanian dapat menjadi agen literasi keuangan bagi petani di wilayah masing-masing. Dengan meningkatnya pemahaman tentang akses pembiayaan yang tepat, petani dapat lebih mudah mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah.

OJK dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di berbagai sektor, termasuk pertanian, guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan. (JBR/15)

Facebook Comments Box
Translate »