Brimob Polda Sumut Intensif Lakukan Tanggap Bencana di Tabagsel, Evakuasi Warga dan Berikan Bantuan Kemanusiaan
Tapanuli Selatan, BLINKISS– Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melalui Batalyon C Pelopor kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Pada Sabtu, 29 November 2025, personel secara aktif melaksanakan giat tanggap bencana di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Danki 1 Batalyon C Pelopor, AKP M. Syafril Sinaga, S.H., sejak pukul 09.00 WIB. Sebanyak 2 SST atau 46 personel diterjunkan untuk membantu warga yang terdampak serta memastikan jalur evakuasi tetap berjalan aman.
Di titik utama bencana, akses jalan dari Desa Garoga menuju arah Sibolga masih tidak dapat dilalui kendaraan akibat rusaknya jalur dan terputusnya jembatan. Personel Brimob membantu warga menyeberangi jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses sementara.
Selain itu, AKP M. Syafril Sinaga bersama personel turut membantu proses penyeberangan satu jenazah korban jiwa yang telah berhasil dievakuasi dari wilayah tersebut untuk kemudian dibawa menuju arah Sibolga.
Personel selanjutnya bersiaga di Posko Sat Brimob Batalyon C Pelopor. Posko ini difungsikan tidak hanya sebagai pusat koordinasi, tetapi juga tempat layanan kemanusiaan bagi masyarakat.
Adapun kegiatan di posko seperti pembagian makanan dan minuman gratis bagi warga terdampak dan para pelintas jalan, tempat istirahat sementara bagi masyarakat yang harus melanjutkan perjalanan akibat akses terputus, hingga piket dan pemantauan situasi untuk menerima laporan masyarakat serta merespons cepat bila ada kebutuhan evakuasi tambahan.
Danki 1 Batalyon C Pelopor, AKP M. Syafril Sinaga, S.H., selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa hingga saat ini seluruh rangkaian kegiatan tanggap bencana di Desa Garoga dan Posko Brimob berjalan dengan aman dan tertib.
“Situasi di lapangan terpantau kondusif. Personel tetap siaga membantu masyarakat, baik pada akses penghubung maupun di posko utama,” ujarnya.
Meski demikian, kendala jaringan komunikasi masih terjadi di beberapa titik, sehingga koordinasi tetap dilakukan secara manual dan melalui jalur komunikasi yang tersedia.Erianto Ega.

