Gubsu Minta Dirut Bank Sumut Progresif di Sektor Keuangan
Blinkiss.id, MEDAN
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Bank Sumut agar tumbuh lebih progresif di bawah kepemimpinan Direktur Utama (Dirut) yang baru.
Hal ini dibenarkan, yang dinilainya penting mengingat dinamika kondisi global, di mana sektor keuangan menjadi salah satu faktor pondasi utama sebuah negara.
Pesan tersebut, menurut Bobby, juga seiring dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Sektor keuangan salah satu strategi negara dalam menghadapi tantangan global saat ini, Kamis (5/2/2026).
“Artinya, sektor keuangan jadi tolok ukur pondasi negara. Kalau kita kecilkan skalanya, pondasi provinsi, Saya minta peran Bank Sumut dibuat lebih progresif lagi,” papar Bobby
kepada direksi Bank Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Sumatera Utara.
Untuk mempercepat pertumbuhan Bank Sumut, Dia. juga meminta manajemen dilakukan secara ketat serta profesional.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan bank yang disiplin, terlebih Bank Sumut kini dipimpin oleh sosok yang telah lama berkarier di internal bank, yakni Heru Mardiansyah.
Apalagi Dirut orang yang dilahirkan Bank Sumut, karena selama ini Dirutnya dari luar. Ini pasti lebih cinta dan paham betul dengan Bank Sumut,” tegas Bobby Nasution.
“Artinya sektor keuangan jadi tolok ukur pondasi negara, kalau kita kecilkan skalanya, pondasi provinsi, Saya minta peran Bank Sumut dibuat lebih progresif lagi,” tutur Bobby kepada direksi Bank Sumut.
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyampaikan, pihaknya telah menyusun program 100 hari kerja.
Pada 30 hari pertama akan dilakukan konsolidasi dan diagnosis, dilanjutkan fase eksekusi dan quick wins pada hari ke-31 hingga ke-60, serta digitalisasi pada hari ke-61 hingga ke-100.
Target program tersebut lanjut Heru, antara lain, perbaikan profil risiko Bank Sumut, diversifikasi ke ekosistem bisnis, perbaikan bisnis, peningkatan digital maturity, serta penurunan non performing loan (NPL).
Sedangkan Budaya (kerja) Bank Sumut bisa bersatu, meng-create budaya kinerja, eksekusi dan berbasis hasil.
“Kami tidak ingin Bank Sumut terkotak-kotak, kemudian transformasi budaya dan digital sehingga memberikan layanan maksimal seperti bank lainnya,” jelas Heru Mardiansyah.
Pertemuan ini turut dihadiri Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Komisaris Independen Erlina, dan Direktur Kepatuhan Eksir. Hadir pula Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Bappelitbang Dikky Anugerah, serta OPD terkait lainnya. (JBR/66)

