Kantor Pertanahan Kota Medan Siap Jadi Piloting Project Transformasi Pelayanan Pertanahan
Medan, BLINKISS – Kantor Pertanahan Kota Medan menyatakan kesiapan penuh sebagai piloting project transformasi pelayanan pertanahan. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan, Bapak Rivaldi, S.SIT., M.M., QRMP, dalam forum internal yang dihadiri jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Kantor Pertanahan Kota Medan siap berperan sebagai model percontohan dalam pembaruan sistem layanan pertanahan.
Transformasi pelayanan pertanahan ini merupakan bagian dari agenda besar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam mewujudkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan berbasis digital. Kota Medan dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta komitmen kuat terhadap reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam arahannya, Kepala Kantor menekankan bahwa transformasi bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan budaya kerja. Seluruh pegawai diminta untuk mengedepankan integritas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan piloting project ini akan diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam kemudahan akses layanan dan kepastian waktu penyelesaian.
Sebagai bentuk kesiapan, berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penguatan layanan berbasis digital, optimalisasi penggunaan sertipikat elektronik, peningkatan kompetensi pegawai, hingga penataan ruang layanan yang lebih ramah dan informatif. Monitoring dan evaluasi berkala juga akan diterapkan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai target dan prinsip tata kelola yang baik.
Melalui kesiapan ini, Kantor Pertanahan Kota Medan berharap dapat menjadi contoh praktik terbaik dalam transformasi pelayanan pertanahan di Indonesia. Dengan kolaborasi internal yang solid dan dukungan masyarakat, transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan pertanahan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan publik.

