Maret 2026, Inflasi Sumut Terkendali, Didominasi Pangan dan Energi
Blinkiss.id, MEDAN
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara bahwa inflasi pada Maret 2026 masih dalam kondisi terkendali, meski secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dengan menunjukkan tren peningkatan.
Hal itu dipaparkan oleh Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, pada laporan bulanan di hadapan para peserta yang juga diikuti wartawan di Kantornya yang juga mengungkapkan, bahwa inflasi y-on-y pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,71 persen, naik jika dibandingkan Januari dengan angka 3,81 persen, Kamis (2/4/2026)
Meski demikian, tekanan harga secara bulanan (month-to-month/m-to-m) relatif rendah. Pada Maret 2026, inflasi tercatat hanya sebesar 0,22 persen, yang mengindikasikan kenaikan harga dalam jangka pendek tidak signifikan.
“Secara bulanan, inflasi masih rendah, sehingga daya tekan terhadap harga belum terlalu kuat,” ungkap Asim.
Inflasi tersebut masih dipengaruhi oleh sejumlah komoditas utama, terutama dari kelompok energi dan bahan pangan. Komoditas tersebut antara lain tarif listrik, emas perhiasan, cabai dan beras.
Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli yang mencapai 6,30 persen. Sedangakan inflasi terendah adalah Kabupaten Karo yakni sebesar 3,01 persen. (JBR/66)

