PLN Dukung Green Mining, Siap Pasok Listrik Hijau ke Tambang
Blinkiss.id, JAKARTA
PT PLN (Persero) memperkuat komitmen untuk mendukung transformasi industri pertambangan melalui penyediaan listrik hijau dan layanan kelistrikan terpadu.
Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah produsen batu bara untuk mendorong penerapan green mining di Indonesia.
Kolaborasi diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Business Solution. PLN menandatangani PJBTL dengan beberapa perusahaan tambang, yaitu PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, serta PT Berau Coal sebesar 29 MVA.
Selain itu, PLN melalui anak usahanya juga menjalin kerja sama Integrated Business Solution dengan PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan. PLN turut berkolaborasi dengan PT Maruwai Coal untuk pembangunan instalasi milik pelanggan, serta dengan PT Sembada Makmur Sejahtera untuk pekerjaan engineering design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi.
Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian ESDM, Ari Hendrawanto, menyampaikan bahwa elektrifikasi alat berat merupakan langkah penting untuk menekan emisi di wilayah operasional tambang.
Menurutnya, konsumsi energi terbesar berada pada proses pengangkutan dan pemindahan material.
“Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu solusi utama, karena konsumsi energi terbesar berada pada kegiatan hauling,” ujar Ari dalam Focus Group Discussion Powering The Future of Green Mining di Jakarta, Kamis (23/4/2026)
Ari juga menambahkan bahwa elektrifikasi dapat memberikan manfaat ekonomi. Dengan perbandingan harga diesel dan tarif listrik saat ini, industri berpotensi menghemat biaya operasional hingga Rp2 miliar per tahun setiap unit alat berat.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa pengembangan green mining merupakan solusi strategis untuk menekan emisi sekaligus menjaga keberlanjutan industri tambang.
“Forum ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi demand listrik sektor tambang dan merumuskan strategi pengelolaan aset kelistrikan pasca umur tambang,” paparnya.
Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menjelaskan bahwa titik kritis konsumsi energi berada pada proses hauling. Karena itu, pemanfaatan energi listrik bersih pada tahap tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan emisi.
Ketua Umum APBI, Priyadi, menyambut baik sinergi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan industri.
Sementara itu, pelanggan PLN PT Borneo Indobara (BIB) menyatakan bahwa elektrifikasi menjadi langkah strategis dalam merespons perubahan iklim dan kenaikan harga bahan bakar. Division Head Project Expansion PT Borneo Indobara, Adi Supriyatna, menyampaikan bahwa perusahaan membangun infrastruktur kelistrikan bersama PLN untuk mendukung pengoperasian alat berat listrik dan stasiun pengisian daya bagi 700 unit truk listrik. (JBR/66)

