BLINKISS, MEDAN – Pembangunan jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama puluhan tahun hidup dalam keterisolasian akibat minimnya akses infrastruktur. Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat memberikan upah-upah, tradisi adat Batak berupa doa dan pemberian restu, kepada Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Prosesi adat tersebut berlangsung di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, di Kompleks Menteng Indah, Medan, Minggu (28/6/2026), dalam rangkaian kegiatan pengajian Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS).
Bagi masyarakat Sipiongot, pembangunan jalan bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi simbol berakhirnya keterisolasian yang selama ini menghambat aktivitas warga. Selama puluhan tahun, akses jalan yang rusak menyulitkan mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang terus diperjuangkannya selama menjadi anggota DPRD Sumut.
“Selama 12 tahun saya di DPRD terus mengawal persoalan ini. Dulu dibangun sedikit demi sedikit, dua kilometer, lima kilometer, tetapi tidak pernah tuntas. Sekarang jalan yang menghubungkan daerah terisolasi langsung ditangani secara serius,” kata Ihwan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp283 miliar untuk pembangunan dan perbaikan 13 ruas jalan di kawasan Sipiongot dan sekitarnya.
Menurut Ihwan, pembangunan tersebut mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Akses transportasi yang sebelumnya sulit kini semakin terbuka, mobilitas warga menjadi lebih lancar, dan peluang pertumbuhan ekonomi daerah semakin meningkat.
Sementara itu, Gubernur Bobby Nasution menegaskan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan.
Menurut Bobby, tersedianya akses jalan yang baik akan memperlancar aktivitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan perekonomian daerah, serta memudahkan masyarakat memperoleh berbagai layanan publik.
Ia juga mengapresiasi doa dan dukungan masyarakat Sipiongot melalui tradisi upah-upah. Baginya, penghormatan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Bobby, berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang layak serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sumatera Utara.












