BLINKISS, JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berkomitmen membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan yang berfokus pada bidang pariwisata di Kabupaten Samosir. Sekolah berkonsep boarding school tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendukung kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Komitmen itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
“Kami sedang membangun sekolah unggulan di Samosir. Ini akan menjadi SMK Pariwisata,” ujar Bobby dalam sambutannya.
Menurut Bobby, sekolah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan kesiapan mental peserta didik. Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Skemanya adalah boarding dan semua biaya ditanggung pemerintah, bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mental siswa,” katanya.
Bobby juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir yang telah menyiapkan lahan pembangunan sekolah tersebut. Ia menyebut tahapan perencanaan telah selesai sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan.
“Tanahnya sudah kami siapkan, tinggal kami membangun. Jadi DED-nya sudah kami buat,” jelasnya.
Selain fokus pada sektor pendidikan, Bobby menegaskan pentingnya transformasi pengelolaan kebudayaan di Sumatera Utara agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya harus dikembangkan melalui pendekatan industri kreatif.
“Kita bukan zamannya lagi hanya melestarikan secara statis, tapi bagaimana melestarikan melalui industri,” tegas Bobby.
Dalam kesempatan yang sama, Bobby juga mengusulkan integrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara sebagai solusi meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua PSBI Effendi Simbolon menyampaikan tiga aspirasi utama kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pertama, terkait persoalan infrastruktur, khususnya masih terbatasnya ketersediaan air bersih dan air irigasi di Kabupaten Samosir.
“Satu-satunya kabupaten yang di tengah air, tapi kekurangan air. Baik air bersih maupun air irigasi,” ujar Effendi.
Kedua, mengenai operasional Aquafarm di kawasan Danau Toba. Menurutnya, PSBI tidak menginginkan perusahaan tersebut ditutup, namun meminta agar pengelolaan limbah dilakukan secara bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami tidak ingin menutup Aqua Farm, tapi kami minta dengan Aquafarm agar melaksanakan water and wastewater treatment,” katanya.
Ketiga, PSBI menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Batak sebagai identitas masyarakat.
“Kami hidup dan dibesarkan sampai sekarang ini tidak terlepas dari DNA orang Batak, yaitu budaya. Jadi mohon, karena di dalam budaya itulah ada seni, seninya bermacam-macam,” ungkap Effendi.
Melalui pembangunan SMK Pariwisata berkonsep boarding school tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap mampu mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, khususnya di kawasan Danau Toba yang menjadi destinasi prioritas nasional. (Agung)












