BMKG Mendorong Pemahaman dan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Tsunami

  • Bagikan

<p><strong>Blinkiss&period;id&comma; Jakarta<&sol;strong> &&num;8211&semi; Badan Meteorologi&comma; Klimatologi&comma; dan Geofisika &lpar;BMKG&rpar; mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pemahaman waktu kedatangan tsunami setelah gempa bumi&period; Menurut Kepala BMKG&comma; Dwikorita Karnawati&comma; waktu kedatangan tsunami sangat bervariasi di setiap wilayah dan bersifat sangat lokal&period; Hal ini diperlihatkan oleh peristiwa tsunami Aceh pada 2004&comma; tsunami Palu pada 2018&comma; serta tsunami Selat Sunda pada 2018&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam acara Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Tsunami Disaster Recovery&comma; Dwikorita merinci bahwa tsunami Palu di Sulawesi Tengah hanya membutuhkan waktu dua menit setelah gempa sebelum menyapu pantai barat Pulau Sulawesi&period; Namun&comma; di tempat lain&comma; tsunami bisa memakan waktu hingga 30 menit atau bahkan lebih setelah gempa pertama terjadi&period; Oleh karena itu&comma; BMKG mendorong masyarakat untuk memanfaatkan waktu berharga tersebut&comma; yang disebut sebagai &&num;8220&semi;golden time&&num;8221&semi;&comma; sebaik mungkin guna menyelamatkan diri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami mendorong kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk segera berlari ke tempat aman pada elevasi yang lebih tinggi&comma; begitu merasakan goyangan gempa&comma; tanpa harus menunggu peringatan dini&comma;&&num;8221&semi; kata Dwikorita&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk mengisi kesenjangan pengetahuan masyarakat tentang gempa bumi dan tsunami&comma; BMKG bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah &lpar;BPBD&rpar; melalui program Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami &lpar;SLG&rpar; serta Tsunami Ready Community&period; Melalui SLG&comma; BMKG memberikan informasi mengenai potensi bahaya gempa bumi dan tsunami di daerah tersebut dan membantu pemerintah daerah dengan memberikan Peta Bahaya Tsunami di setiap lokasi pelaksanaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; melalui Tsunami Ready Community&comma; masyarakat dipersiapkan agar senantiasa siap siaga dan tidak canggung dalam menghadapi ancaman gempa bumi maupun tsunami&period; Program ini berbasis pada 12 indikator dari Komisi Oseanografi Antarpemerintah &lpar;UNESCO-IOC&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami sadar tidak bisa bekerja sendiri&comma; maka dari itu kami terus menjalin kerja sama dan mendorong kolaborasi pentahelix antara pemerintah&comma; akademisi&comma; swasta&comma; masyarakat&comma; dan media untuk mewujudkan zero victim&comma;&&num;8221&semi; tutur Dwikorita&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami&period; Dengan pendekatan edukasi&comma; BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap dan terampil dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi&period; Dengan demikian&comma; kerugian akibat bencana dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjaga&period;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;bmkg-mendorong-pemahaman-dan-kesiapsiagaan-masyarakat-menghadapi-tsunami&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version