6 Maret 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

Blinkiss.id, JAKARTA

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi 5000 Duta Literasi Keuangan Syariah sebagai upaya mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Program ini menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak edukasi finansial berbasis komunitas di tengah masih lebarnya kesenjangan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.

Kick-off program tersebut dilaksanakan dalam Talkshow Literasi Keuangan Syariah bertema “Generasi Emas Melek Finansial: Keuangan Syariah untuk Indonesia Maju”, yang merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium BSI The Tower Jakarta dan diikuti lebih dari 5000 peserta, baik secara luring maupun daring, dari seluruh Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi wujud sinergi antara regulator dan industri dalam memperluas pemahaman Masyarakat terhadap keuangan syariah sekaligus mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara lebih luas.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46 persen dengan inklusi 80,51 persen. Namun, di sektor syariah, tingkat literasi baru mencapai 43,42 persen dengan tingkat inklusi 13,41 persen, Jumat (6/3/2026)

Data dengan menunjukkan yang masih besarnya ruang untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional, khususnya melalui peningkatan literasi dan akses layanan keuangan syariah kepada masyarakat.

Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah mengatakan, kolaborasi antara OJK dan BSI dalam program ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pendekatan literasi yang lebih partisipatif dan dekat dengan generasi muda.

“Generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam memperluas literasi keuangan syariah. Melalui program Duta Literasi Keuangan Syariah, kami ingin mendorong lahirnya anak-anak muda yang tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga mampu mengedukasi serta menggerakkan lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi keuangan syariah menjadi fondasi penting dalam membangun perilaku finansial yang sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang, terutama di tengah momentum bonus demografi Indonesia. Melalui program ini, para Duta Literasi Keuangan Syariah, akan berperan sebagai agen edukasi di lingkungan kampus, komunitas, serta ruang digital untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap prinsip dan praktik keuangan syariah, mendorong perubahan perilaku finansial.

“Literasi harus mampu mendorong transisi dari kesadaran yang melahirkan aksi. Artinya, masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga mulai memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, BSI telah memperoleh mandat sebagai Bank Emas pertama oleh Presiden Prabowo Subianto. Mandat ini menjadi langkah strategis yang mengoptimalkan potensi sekitar 1.800 ton emas beredar di masyarakat agar dapat dimonetisasi secara produktif, sekaligus membuka akses kepemilikan emas yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat.

Para Duta Literasi diharapkan mampu menyuarakan sekaligus menggerakkan secara masif sehingga kebermanfaatannya akan lebih terasa,” terangnya

Ke depan, program 5000 Duta Literasi Keuangan Syariah akan berjalan sepanjang tahun sebagai gerakan edukasi kolektif yang melibatkan mahasiswa, komunitas, serta ekosistem digital untuk mempercepat peningkatan indeks literasi serta inklusi keuangan syariah nasional.

 BSI optimistis, melalui kolaborasi multipihak antara regulator, industri, dan generasi muda, literasi dan inklusi keuangan syariah dapat terus meningkat sekaligus memperkuat peran keuangan syariah sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (JBR/66)

Facebook Comments Box
Translate »