Diguyur Hujan, Warga Simpang Selayang Tetap Padati Sosperda Persampahan Jusup Ginting
MEDAN, BLINKISS – Hujan deras yang turun sejak sore tidak menghalangi semangat ratusan warga menghadiri kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) tentang pengelolaan persampahan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Jusup Ginting Suka, SE, Minggu (15/3).
Kegiatan sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan itu berlangsung di Jalan Parang IV, Kelurahan Simpangkata, Kecamatan Medan Selayang, mulai pukul 16.00 WIB. Meski cuaca kurang bersahabat, masyarakat tetap mengikuti kegiatan hingga selesai.
Antusiasme warga terlihat sepanjang acara berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait persoalan sampah di lingkungan mereka.
Dalam penjelasannya, Jusup Ginting menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik menjadi kunci menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengangkutan sampah secara rutin agar tidak terjadi penumpukan.
“Jika sampah tidak diangkut secara teratur, bisa menumpuk hingga menimbulkan bau dan berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Jusup juga mengingatkan para kepala lingkungan dan mandor kebersihan untuk memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing, dengan pengawasan dari lurah dan camat.
Ia mengungkapkan, persoalan sampah di Kota Medan masih menjadi tantangan besar. Produksi sampah dari rumah tangga maupun sektor industri diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ton setiap hari, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun hanya mampu menampung sekitar 1.700 ton per hari.
“Ini menunjukkan bahwa Kota Medan masih menghadapi keterbatasan dalam menampung volume sampah yang terus meningkat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan, Waldemar Sihombing, menyoroti masih terbatasnya sarana pendukung kebersihan seperti tong sampah dan armada pengangkut di sejumlah wilayah.
Menurutnya, upaya mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang memadai dari pemerintah.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Indra Utama Pohan Simanjuntak, menjelaskan bahwa volume sampah di Kota Medan diperkirakan berkisar antara 1.200 hingga 1.500 ton per hari, sementara jumlah armada pengangkut masih terbatas.
Sebagai solusi, ia mendorong masyarakat membentuk bank sampah di lingkungan masing-masing. Selain membantu mengurangi volume sampah, bank sampah juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi warga.
“Melalui bank sampah, masyarakat bisa mengelola sampah secara produktif, bahkan memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengelolaannya,” jelas Indra.
Ia juga mencontohkan adanya kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia yang memungkinkan pengelola bank sampah menabung dalam bentuk uang maupun investasi emas.
Dalam sesi dialog, warga turut menanyakan kemungkinan pemanfaatan bank sampah bagi pelaku UMKM, khususnya produsen obat tradisional seperti minyak karo.
Salah seorang warga menyebutkan bahwa di kawasan tempat tinggal mereka terdapat sekitar 250 kepala keluarga pelaku UMKM yang tertarik membentuk bank sampah.
Menanggapi hal tersebut, Indra menyatakan pihaknya siap memfasilitasi pertemuan dengan para pelaku UMKM di Kelurahan Simpangkata guna membahas pembentukan bank sampah secara lebih lanjut.
Pada kesempatan itu, Jusup Ginting yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kota Medan juga meminta camat, lurah, dan kepala lingkungan agar lebih aktif menjaga kebersihan wilayah masing-masing.
Perwakilan Kecamatan Medan Selayang, Rinaldi Syahputra, mengapresiasi pelaksanaan Sosperda tersebut karena dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Sementara itu, Lurah Selayang, Esra Riana Tarigan, mengatakan bahwa di wilayahnya sebenarnya telah terdapat bank sampah. Namun pihak kelurahan tetap membuka ruang pembinaan bagi warga yang ingin membentuk bank sampah baru.
Menutup kegiatan tersebut, Jusup Ginting mengimbau masyarakat agar terus menjaga kebersihan lingkungan, terlebih pada musim hujan guna mengantisipasi potensi banjir.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir, mulai dari perwakilan OPD, aparat kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, hingga warga yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian kue, nasi kotak, dan suvenir kepada para peserta. (Ag)

