Februari 2026, Sumut Inflasi Sebesar 4,71 Persen
Blinkiss.id, MEDAN
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bahwa inflasi tahunan (year-on-year) yakni sebesar 4,71 persen pada Februari 2026.
Inflasi tertinggi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) dari delapan Kota terpantau adalah Kota Gunungsitoli tercatat angka inflasinya yakni 7,75 persen.
Hal ini dibenarkan Kepala Provinsi Sumut, Asim Saputra, pada penyampaian paparannya di hadapan para peserta di kantornya, Selasa (3/3/2026) seraya menyampaikan bahwa kenaikan IHK secara tahunan terutama dipicu oleh kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 1,87 persen.
Menurut Dia, penyesuaian tarif listrik menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi kali.
“Kenaikan ini berkaitan dengan berakhirnya kebijakan diskon listrik pada periode sebelumnya, sehingga dampaknya kini tercatat dalam survei IHK,” ungkapnya.
Selain tarif listrik, komoditas emas perhiasan turut juga memberikan andil kontribusi signifikan terhadap inflasi dengan andil sebesar 0,98 persen, tambahnya.
Sementara itu, secara bulanan (month-to-month), Sumut mengalami inflasi sebesar 0,22 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai merah dan tomat menjadi pendorong utama inflasi Februari 2026.
Ditambahkan Asim, untuk menilai pergerakan harga cabai merah yang sebelumnya sempat mengalami penurunan justru memberi dampak positif bagi petani karena harga kini kembali membaik. Komoditas tomat tercatat memberikan sumbangan inflasi bulanan sebesar 0,19 persen.
Kemudian di sisi lain, adanya beberapa komoditas mengalami penurunan harga juga membantu menahan laju inflasi, di antaranya bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.
BPS menilai secara umum harga pangan di pasar tradisional Sumut masih relatif terkendali.
BPS mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Ketersediaan stok pangan yang cukup dinilai menjadi indikator ketahanan pangan daerah dalam kondisi baik.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Secara umum harga masih stabil dan pasokan terjaga,” sebutnya. (JBR/66)

