3 Februari 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

Inflasi Sumut per Januari 2026,Sebesar 3,81 Persen

Blinkiss.id, MEDAN

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat inflasi year on year (y-on-y) Sumut pada Januari 2026 sebesar 3,81 persen, Selasa (3/2/2026)

Inflasi tersebut ditandai atas kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,32 pada bulan Januari 2025 jadi 111,41 pada Januari 2026.

Statistisi Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, menjelaskan bahwa secara bulanan Sumut justru mengalami deflasi.

“Pada Januari 2026 terjadi deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,75 persen, dan deflasi year to date (y-to-d) juga sebesar 0,75 persen. Sedangkan secara year-on-year, Sumut inflasi 3,81 persen,” papar Misfaruddin, lewat paparannya di kantor BPS Sumut, Jl. Asrama No.179 Medan, Selasa (3/2/2026)

Lanjutnya lagi, bahwa Inflasi Januari 2026 saat ini Tembus 3,55 Persen Lampaui Target Pemerintah

Menurut Dia, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran antara lain : kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar, sementara kelompok rumah tangga menjadi penyumbang kenaikan tertinggi inflasi 8,42 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,40 persen.

Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 2,82 persen, kelompok kesehatan 2,94 persen, pendidikan 2,75 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,31 persen.

“Sedangkan dua kelompok mengalami penurunan, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan,” ucap Misfaruddin.

BPS Sumut mencatat, komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Januari 2026 antara lain tarif listrik dengan kontribusi 1,13 persen, emas perhiasan 0,90 persen, serta beras 0,30 persen. Sejumlah komoditas pangan seperti ikan dencis, daging ayam ras, ikan tongkol, dan ikan kembung juga turut menyumbang inflasi.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. Komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y terbesar adalah cabai merah sebesar 0,66 persen, disusul bawang putih, kentang, jengkol, serta cabai hijau.

Untuk perkembangan bulanan, Misfaruddin menyebutkan, deflasi m-to-m terutama dipengaruhi oleh turunnya harga cabai merah, cabai rawit, kelapa, dan bawang merah.

“Cabai merah menjadi komoditas utama penyumbang deflasi m-to-m dengan andil sebesar 0,49 persen,” jelasnya.

Sementara itu, komoditas yang mendorong inflasi bulanan antara lain emas perhiasan, tomat, udang basah, dan bawang putih.

Berdasarkan wilayah, seluruh kabupaten/kota IHK di Sumut yang mengalami inflasi y-on-y pada Januari 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen dengan IHK 116,41, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 2,73 persen dengan IHK 111,23.

Untuk inflasi bulanan, sebagian besar kabupaten/kota mengalami deflasi m-to-m. Deflasi terdalam terjadi di Kota Gunungsitoli, sedangkan Kabupaten Karo menjadi satu-satunya daerah yang mengalami inflasi m-to-m pada Januari 2026, sebutnya menutup. (JBR/66)

Facebook Comments Box
Translate »