Mahasiswa Sulap Limbah Tahu dan Kotoran Sapi Jadi Biogas Waktu Singkat

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Blinkiss&period;id&comma; Jakarta<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kepala Subdit Penyiapan Program Bioenergi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi &lpar;EBTKE&rpar;&comma; Trois Dilisusendi&comma; menyampaikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas &lpar;PLTBg&rpar; ditargetkan sudah terpasang 489&comma;8 juta meter kubik pada tahun 2025&period; Nyatanya hingga tahun 2022 pemanfaatan PLTBg hanya sekitar 47&comma;72 juta atau 9&comma;7&percnt; yang dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga&comma; komunal dan industri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Sebagai sebuah penelitian&comma; proses produksinya yang memakan waktu cukup lama yaitu berkisar 30 hari&comma; dianggap masih menjadi kendala utama dalam lambatnya penerapan energi alternatif tersebut &lpar;Mago&comma; 2020&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Selain itu&comma; keterbatasan teknologi untuk proses produksi dimana teknologi konvensional tabung biogas mampu menghasilkan suhu panas yang mencapai batas 37 derajat celcius&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Menjawab tantangan itu&comma; perusahaan plat merah PT Pertamina &lpar;Persero&rpar;&comma; berkolaborasi dengan Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina &lpar;UPER&rpar; melalui program Desa Berdikari Sobat Bumi &lpar;DEB SOBI&rpar; dalam mengembangkan reaktor biogas sebagai kebutuhan rumah tangga di Desa Bojongkulur&comma; Kabupaten Bogor&period; Inovasi tersebut turut menggandeng mahasiswa UPER sebagai inisiator&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Dikenal sebagai desa yang dapat memproduksi hingga 2&period;000 tahu dalam sehari&comma; pengelolaaan limbah hasil tahu di Desa Bojongkulur belum dilakukan secara optimal&period; Melalui riset yang ada&comma; kami mencoba mengelola limbah tahu tersebut agar dapat digunakan sebagai energi biogas&comma;” tutur Yama&comma; Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Pertamina&comma; Kamis &lpar;28&sol;3&sol;2024&rpar;&comma; Jakarta<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Program pengelolaan limbah tahu yang telah berjalan sejak Januari 2024 ini telah menghasilkan 1&comma;7 meter kubik reaktor biogas&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Untuk menghasilkan biogas&comma; kami juga mencampurkan kotoran sapi sebagai aktivasi bakteri&period; Kemudian prosesnya melalui dua tahapan yaitu tahap inokulasi&comma; berupa proses memasukkan kotoran sapi ke dalam reaktor yang diendapkan selama 4-5 hari&period; Ketika sudah menghasilkan gas metana&comma; kami mulai masuk ke tahap kedua adaptasi yaitu memasukkan umpan limbah tahu secara perlahan hingga mencapai target yaitu 750 liter per hari&comma;” tambah Yama&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Proses produksi biogas tersebut juga dibantu oleh alat pemanas berupa panel surya untuk mendapatkan bakteri yang dapat mengolah limbah tahu menjadi biogas dalam waktu yang relatif lebih singkat&period; Hal ini dikarenakan panel surya membantu memanaskan tabung reaktor hingga mencapai suhu 50 derajat celcius yang dapat meningkatkan aktivitas bakteri dalam mengolah limbah tahu menjadi biogas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Pada akhirnya pengembangan biogas DEB SOBI tersebut dapat menghasilkan biogas yang lebih cepat hingga 2 kali daripada teknologi konvensional&period; Selain itu&comma; biogas yang berasal dari 750 liter limbah tahu telah dimanfaatkan oleh dua rumah tangga dan akan dipasang secara bertahap untuk kebutuhan produksi tahu di Desa Bojongkulur&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Proses pengembangan energi biogas tersebut mendapatkan dukungan penuh dari rektor Universitas Pertamina&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Didukung dengan pembelajaran yang berorientasi dalam menjawab berbagai tantangan secara holistik&comma; mahasiswa juga dibekali dengan pengetahuan berbasis pembangunan berkelanjutan&period; Seperti melalui mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan yang mendorong mahasiswa untuk kreatif dan kritis dalam menjawab permasalahan secara nyata&period; Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik mahasiswa untuk terus menjadi agen perubahan yang memberikan kebermanfaatan ditengah masyarakat&comma;” papar Prof&period; Dr&period; Ir&period; Wawan Gunawan A&period; Kadir MS&period; &lpar;JB Rumapea&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;mahasiswa-sulap-limbah-tahu-dan-kotoran-sapi-jadi-biogas-waktu-singkat&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version