Pemko Medan Tancap Gas Tangani Banjir, Anggota DPRD Jusup Ginting Suka Dorong Program Tepat Sasaran 2026
MEDAN, BLINKISS – Persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kota Medan masih menjadi perhatian DPRD Kota Medan. Anggota DPRD Kota Medan, Jusup Ginting Suka, meminta Pemerintah Kota Medan serius dan konsisten memaksimalkan program penanggulangan banjir pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) evaluasi Triwulan IV Tahun 2026 bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan dengan Komisi IV DPRD Kota Medan, Senin (5/1/2026).
Menurut Jusup, banjir masih menjadi keluhan utama masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk dan wilayah rawan genangan. Karena itu, penanganan yang dilakukan harus berbasis kondisi lapangan dan berorientasi pada hasil nyata.
“Penanganan banjir harus berbasis kondisi lapangan. Normalisasi drainase, perbaikan parit, dan penguatan tanggul harus dilakukan secara menyeluruh, bukan parsial,” ujar Jusup.
Ia menilai, sejumlah program penanganan banjir belum berjalan optimal akibat lemahnya perencanaan dan pengawasan. Untuk itu, Jusup mendorong agar koordinasi lintas sektor, mulai dari dinas teknis hingga pihak kecamatan, terus diperkuat.
Selain itu, Jusup menekankan pentingnya optimalisasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD sebagai bentuk aspirasi masyarakat. Menurutnya, pokir harus diarahkan pada program prioritas penanggulangan banjir, terutama di kawasan yang selama ini kerap terdampak.
“Pokir DPRD adalah suara masyarakat. Jangan sampai anggaran sudah dialokasikan, tetapi dampaknya tidak dirasakan warga,” katanya.
Secara khusus, Jusup juga berharap penanganan banjir di daerah pemilihannya (dapil) dapat segera dipercepat. Ia meminta dinas terkait segera tancap gas melakukan pembenahan infrastruktur drainase dan saluran air di wilayah tersebut.
“Di dapil kami masih banyak titik rawan banjir yang dikeluhkan warga. Harapannya, penanganan bisa segera ditancap gas agar masyarakat benar-benar merasakan perubahan,” ungkap Jusup.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan, menegaskan komitmen pihaknya dalam menangani persoalan banjir secara berkelanjutan.
Gibson menjelaskan, Dinas SDABMBK terus melaksanakan berbagai program strategis, mulai dari pembangunan kolam retensi, normalisasi sungai dan drainase, hingga peninggian tanggul di sejumlah titik rawan banjir. Pihaknya juga menjalin koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara.
“Normalisasi sungai dan saluran drainase menjadi fokus utama kami. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan masif, termasuk peninggian tanggul yang dikerjakan bersama BWS,” kata Gibson.
Terkait pokir DPRD, Gibson memastikan aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui DPRD tetap menjadi prioritas dan tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
“Pokir tetap menjadi prioritas sebagai bagian dari aspirasi masyarakat. Kami pastikan pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan,” pungkasnya.
(Agung)

