21 Juni 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

Wagub Sumut Dorong Investasi Migas dan Legalisasi Sumur Rakyat untuk Tingkatkan Ekonomi Daerah

MEDAN, BLINKISS – Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendorong percepatan investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) di Sumatera Utara melalui penyederhanaan proses perizinan dan penguatan koordinasi antarlembaga. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat realisasi investasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Surya saat menerima audiensi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung iklim investasi yang kondusif, khususnya pada sektor energi yang memiliki potensi besar bagi daerah.

“Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi,” ujar Surya.

Selain membahas investasi migas, Surya juga menyoroti pentingnya legalisasi sumur-sumur tua yang selama ini dikelola masyarakat. Menurutnya, legalisasi diperlukan agar aktivitas produksi dapat berjalan sesuai aturan, lebih aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

“Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya. Meskipun proses di Sumut terkesan lebih lambat dibanding provinsi lain, namun kualitas koordinasinya dinilai jauh lebih baik dan komplain terhadap aturan tetap terjaga,” katanya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), CW Wicaksono, menyampaikan bahwa wilayah Sumbagut memiliki peran strategis dalam industri migas nasional. Kontribusinya mencapai sekitar 30 persen terhadap total produksi migas nasional, dengan sebagian besar aktivitas operasional berada di kawasan tersebut.

Menurut Wicaksono, SKK Migas tengah mendorong masuknya investasi baru senilai sekitar US$300 juta ke Sumatera Utara untuk mendukung pengembangan sektor energi dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berupaya membawa investasi sekitar US$300 juta ke wilayah ini. Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah, karena tantangan investasi di masa depan (2025-2030) akan semakin sulit,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola migas masyarakat, SKK Migas juga berencana memfasilitasi studi banding bagi pemerintah daerah dan BUMD ke Provinsi Jambi maupun Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan mempelajari model pengelolaan sumur tua yang melibatkan koperasi dan masyarakat secara legal.

Sementara itu, Deputi General Manager Pertamina, Reza Rahardian, menjelaskan bahwa Pertamina bersama perusahaan energi asal Jepang, Japex, akan mengembangkan potensi migas di Kabupaten Langkat, khususnya di Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura.

Pengeboran dua sumur baru dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 dengan target produksi perdana pada Juni 2027.

Selain itu, Pertamina juga akan melanjutkan pengembangan lapangan migas di kawasan Pangkalan Susu serta merencanakan pengeboran dua sumur gas baru di Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, guna memperkuat pasokan energi bagi sektor industri di Sumatera Utara.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi migas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan dunia usaha di Sumatera Utara.

Facebook Comments Box
Translate »