Penanaman Ubi dan Cabai di SAE lapas pemuda kelas lll Langkat
Langkat_Blinkiss.id
Pemanfaatan lahan produktif di Lapas Pemuda Kelas III Langkat kini bertransformasi menjadi pusat agrobisnis melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Fokus utama pada penanaman ubi kayu, cabai kecil dan cabai caplak bukan sekadar upaya penghijauan, melainkan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi geografis wilayah Langkat. Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilibatkan langsung mulai dari tahap pembersihan lahan, penggemburan tanah, hingga teknik penanaman yang tepat guna.
Proses penanaman ubi dilakukan dengan metode stek batang yang terpola, sementara bibit cabai dirawat secara intensif di dalam bedengan yang terjaga kelembapannya. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi narapidana untuk memahami siklus hidup tanaman dan pentingnya kesabaran dalam merawat proses. Interaksi dengan tanah dan tanaman diharapkan mampu memberikan efek terapeutik, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mengurangi kejenuhan selama menjalani masa pidana.
Keberhasilan program ini terlihat dari rimbunnya dedukukan ubi di lahan SAE. Pengawasan dari petugas pembina memastikan setiap tahapan mengikuti prosedur operasional standar pertanian, sehingga hasil panen nantinya memiliki nilai ekonomi yang kompetitif. Melalui sinergi antara instruktur dan warga binaan, Lapas Pemuda Langkat membuktikan bahwa keterbatasan ruang gerak bukan penghalang untuk tetap produktif dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.
Pada akhirnya, penanaman ubi dan cabai ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti. Keterampilan agrikultur yang mereka serap di SAE adalah modal nyata untuk memulai hidup baru yang lebih mandiri dan bermartabat. Program ini menegaskan fungsi Lapas bukan lagi sekadar tempat penghukuman, melainkan wadah transformasi manusia yang siap mekar dan berbuah layaknya tanaman yang mereka rawat dengan sepenuh hati.

