Antonius Tumanggor Dorong Puskesmas Sei Agul Jadi Fasilitas Kesehatan Modern dan Ramah Disabilitas
MEDAN, BLINKISS – Anggota DPRD Kota Medan, , mendorong agar relokasi UPT Puskesmas Sei Agul tidak hanya sebatas pemindahan lokasi, tetapi menjadi momentum membangun fasilitas kesehatan modern yang aman, nyaman, dan ramah disabilitas bagi masyarakat Kecamatan Medan Barat.
Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Karya Mesjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Sabtu (9/5).
Menurut Antonius, kondisi Puskesmas Sei Agul saat ini sudah jauh dari ideal. Selain bangunan yang berdiri sejak tahun 1973, fasilitas kesehatan tersebut juga berada di area yang dinilai rawan karena berdekatan dengan pipa gas bertekanan tinggi.
“Ini bukan sekadar soal gedung tua, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan manusiawi. Kita ingin ke depan hadir puskesmas yang benar-benar representatif,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu mengatakan, kebutuhan relokasi semakin mendesak karena tingginya jumlah pasien yang dilayani setiap hari tidak sebanding dengan luas bangunan dan fasilitas yang tersedia.
Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang mengawal rencana pengadaan lahan baru di Jalan Karsa, Kelurahan Karang Berombak, sebagai lokasi pembangunan puskesmas baru.
“Kalau terealisasi, kita berharap puskesmas ini bisa menjadi salah satu fasilitas kesehatan terbaik di Kota Medan, termasuk ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia,” katanya.
Kepala UPT Puskesmas Sei Agul, , menyebutkan keterbatasan fasilitas saat ini sering berdampak terhadap kenyamanan pelayanan, termasuk minimnya area parkir dan ruang pelayanan pasien.
Dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 250 pasien per hari, kata Ratna, relokasi menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap nantinya ada ruang layanan yang lebih luas, akses disabilitas yang memadai, serta fasilitas penunjang yang lebih lengkap sehingga masyarakat merasa nyaman saat berobat,” ujarnya.
Dukungan terhadap relokasi juga datang dari pihak Kecamatan Medan Barat. Sekretaris Camat Medan Barat, , menyatakan pihak kecamatan siap mendukung percepatan pembangunan fasilitas kesehatan baru tersebut.
Dalam sesi dialog, warga turut menyampaikan berbagai persoalan kesehatan, mulai dari layanan BPJS Kesehatan hingga kebutuhan akses layanan yang lebih cepat bagi masyarakat kurang mampu.
Menanggapi hal itu, pihak puskesmas memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan di Kota Medan.
Kegiatan Sosperda berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi foto bersama warga serta pembagian konsumsi kepada peserta yang hadir.

