13 Januari 2026

Blinkiss ID

Berita dan Video Kilat Terkini

Bupati Langkat Ikuti Rakor Dipimpin Mendagri Tito, Pemulihan Bencana Dikebut Jelang Ramadan

Medan-HarianmediaRakyat.com

Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, PhD, sebagai bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menuntaskan pemulihan dampak banjir dan longsor sebelum bulan Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (12/1/2026).

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumut Surya, BSc, Ketua DPRD Sumut, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Utara.

Berdasarkan data pembaruan hingga 12 Januari 2026, Provinsi Sumatera Utara tercatat mengalami bencana banjir di 19 kabupaten/kota, dengan jumlah terdampak mencapai 479.325 kepala keluarga atau 1.804.827 jiwa, 375 orang meninggal dunia, serta 41 orang dinyatakan hilang. Sementara itu, total kerugian pada sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, sosial, dan perumahan diperkirakan mencapai Rp18,43 triliun.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa kondisi Sumatera Utara secara umum telah berangsur pulih. Namun demikian, masih terdapat lima kabupaten/kota yang membutuhkan penanganan ekstra dalam proses pemulihan pascabencana, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga.

Ia juga menjelaskan bahwa progres penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumatera Utara telah melampaui 50 persen dan ditargetkan rampung pada minggu terakhir Januari 2026.

“Kami terus mengupayakan percepatan pendataan dan penyusunan R3P kabupaten/kota terdampak banjir untuk segera diajukan kepada Tim Satgas,” tegas Bobby.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan seluruh kepala daerah atas langkah cepat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Sumatera Utara yang bergerak cepat. Inflasi dapat dikendalikan, sektor ekonomi, pemerintahan, pendidikan, dan sosial berangsur pulih. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh kepala daerah,” ujar Tito.

Sebagai Ketua Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema teknis penanganan perumahan bagi korban banjir dan longsor. Untuk rumah rusak berat, pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp60 juta, ditambah Rp8 juta untuk biaya perabotan serta pemulihan ekonomi per kepala keluarga bagi warga yang tinggal di hunian sementara.

“Sementara untuk rumah rusak sedang dan rusak ringan, masing-masing akan mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta dan Rp15 juta,” tambahnya.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan bahwa BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendistribusikan bantuan serta melakukan pendampingan pemulihan sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat terhadap penanganan bencana di Sumatera Utara.

Sejalan dengan hal tersebut, Wamen PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya pengarusutamaan perspektif perempuan dan anak dalam seluruh tahapan pemulihan, khususnya pada pembangunan hunian sementara.

“Perlu perhatian serius terhadap fasilitas dasar seperti toilet, kamar mandi, dan tempat cuci. Trauma perempuan dan anak masih sangat kuat akibat kehilangan anggota keluarga dan kerabat. Jangan sampai muncul persoalan baru dalam masa pemulihan bencana,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi wujud nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Utara, dengan target penyelesaian sebelum bulan Ramadan, sehingga masyarakat terdampak banjir dan longsor dapat menjalani ibadah Ramadan tanpa harus tinggal di tenda pengungsian.(jefrihrp)

Facebook Comments Box
Translate »