Menjaga Relevan KNPI di Tengah Perubahan Zaman Sutowo siap Tawarkan Harapan Baru di kabupaten Langkat
Langkat-Blinkiss.id
Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan politik nasional, keberadaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kembali menjadi sorotan publik. Sebagai organisasi kepemudaan terbesar dan paling bersejarah di Indonesia, KNPI masih menyimpan potensi besar untuk menjadi motor penggerak pemuda. Namun, tantangan zaman menuntut pembaruan yang nyata dan kepemimpinan yang adaptif.
Sejak kelahirannya, KNPI dirancang sebagai rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan, wadah konsolidasi gagasan, serta simpul strategis perjuangan anak bangsa.Dalam perjalanan sejarah, KNPI pernah memainkan peran penting dalam mengawal demokratisasi, pembangunan sumber daya manusia, hingga isu-isu kebangsaan. Meski demikian, realitas hari ini menuntut lebih dari sekadar kebesaran nama dan romantisme masa lalu.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi KNPI adalah fragmentasi dan dualisme kepengurusan yang berlarut-larut. Konflik internal yang terus muncul kerap mengaburkan substansi perjuangan dan melemahkan kepercayaan publik, khususnya di kalangan generasi muda.
Padahal, pemuda hari ini membutuhkan figur pemersatu, bukan perdebatan struktural yang berujung pada stagnasi gerakan.
Di sisi lain, lanskap gerakan kepemudaan telah mengalami transformasi signifikan.
Aktivisme pemuda kini tumbuh melalui ruang digital, komunitas kreatif, kewirausahaan, gerakan lingkungan, hingga inisiatif berbasis isu-isu spesifik.
Generasi muda lebih menyukai gerakan yang inklusif, lincah, dan berdampak langsung. Kondisi ini menuntut KNPI untuk beradaptasi, bertransformasi, dan kembali hadir sebagai organisasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam konteks inilah, nama Wongso Sutowo atau yang sering di sapa (Towo) mulai mendapat perhatian menjelang kompetisi Ketua KNPI Kabupaten Langkat.
Sebagai Ketua PK KNPI Babalan,towo dikenal aktif membangun komunikasi lintas organisasi dan mendorong peran pemuda yang lebih produktif serta solutif.
Kehadirannya dipandang sebagai representasi generasi baru KNPI yang memahami akar sejarah, namun berani melangkah dengan pendekatan kekinian.
“KNPI harus kembali ke khitahnya sebagai pemersatu pemuda dan mitra strategis pembangunan daerah,” menjadi semangat yang kerap digaungkan towo.
Ia menilai bahwa KNPI Langkat perlu membuka diri terhadap inovasi, kolaborasi lintas komunitas, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana konsolidasi dan pengabdian.
Dengan pengalaman organisasi dan kedekatan dengan basis pemuda di tingkat kecamatan, towo dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk membawa KNPI Langkat keluar dari bayang-bayang konflik menuju organisasi yang produktif, inklusif, dan berdaya saing.
Kontestasi Ketua KNPI Langkat bukan sekadar perebutan posisi, melainkan momentum menentukan arah masa depan kepemudaan daerah. Harapan publik kini tertuju pada lahirnya kepemimpinan yang mampu menyatukan, menggerakkan, dan mengembalikan marwah KNPI sebagai rumah besar pemuda Langkat

