Perkara Penganiayaan Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Kajati Sumut Pulihkan Hubungan Kekeluargaan

  • Bagikan

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">MEDAN&comma; BLINKISS – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyelesaikan perkara tindak pidana penganiayaan melalui pendekatan keadilan restoratif &lpar;restorative justice&rpar;&period; Perkara tersebut berasal dari Cabang Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba di Porsea&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Keputusan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice itu dilakukan setelah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara&comma; Harli Siregar&comma; didampingi Wakajati Abdullah Noer Denny&comma; SH&period;&comma; MH&comma; Asisten Tindak Pidana Umum &lpar;Aspidum&rpar; serta jajaran Bidang Pidana Umum&comma; menerima paparan secara detail dari Jaksa Penuntut Umum melalui sambungan Zoom Meeting&period; Ekspose perkara digelar di Aula Cipta Kerta Lantai III Kejati Sumut&comma; Senin &lpar;23&sol;2&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Berdasarkan keterangan Jaksa Penuntut Umum&comma; peristiwa terjadi pada Sabtu&comma; 4 Oktober 2025 sekitar pukul 21&period;30 WIB di Desa Patane IV&comma; Kecamatan Porsea&comma; Kabupaten Toba&period; Tersangka Alrico Hasibuan mendatangi korban Jainur Sitorus dan mendorong korban menggunakan kedua tangan hingga terjatuh ke dalam saluran air &lpar;parit besar&rpar;&period; Akibat kejadian tersebut&comma; korban mengalami luka pada bagian pinggang dan kaki&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Atas perbuatannya&comma; tersangka sempat diproses hukum oleh kepolisian dengan sangkaan melanggar Pasal 351 Ayat &lpar;1&rpar; juncto Pasal 466 ayat &lpar;1&rpar; Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Namun dalam perkembangannya&comma; penyelesaian perkara ditempuh melalui restorative justice dengan sejumlah pertimbangan&period; Antara lain&comma; tersangka dan korban telah sepakat berdamai tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun&period; Keduanya juga masih memiliki hubungan kekerabatan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Selain itu&comma; korban secara sadar telah menerima permintaan maaf tersangka dan menyatakan memaafkan dengan ikhlas&period; Masyarakat yang diwakili Camat Kecamatan Porsea juga meminta agar perkara diselesaikan secara humanis demi memulihkan hubungan kekeluargaan di antara kedua belah pihak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Kajati Sumut menegaskan bahwa pendekatan keadilan restoratif merupakan wujud kehadiran negara dalam menciptakan harmonisasi dan memulihkan hubungan sosial ke keadaan semula&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara pidana sebagai bukti hadirnya negara dalam mewujudkan harmonisasi dan pemulihan hubungan sosial&period; Penyelesaian perkara pidana tidak semata-mata melalui penghukuman atau pemidanaan yang justru dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif pada hubungan sosial di masyarakat&comma;” ujar Harli Siregar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Sementara itu&comma; Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut&comma; Rizaldi&comma; SH&period;&comma; MH menjelaskan bahwa penerapan restorative justice dilakukan setelah Kajati menerima paparan lengkap kronologi perkara dan mencermati kondisi fisik serta psikis korban&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&OpenCurlyDoubleQuote;Korban telah pulih dari luka ringan yang dialaminya&period; Di antara kedua belah pihak masih memiliki hubungan kekeluargaan&comma; sehingga pemulihan hubungan dinilai jauh lebih penting daripada penghukuman&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">Dengan penyelesaian melalui restorative justice tersebut&comma; diharapkan hubungan kekeluargaan antara tersangka dan korban dapat kembali harmonis serta tercipta ketertiban di tengah masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph">&lpar;Agung&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div id&equals;"wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2" style&equals;"width&colon;100&percnt;&semi;text-align&colon;left&semi;"> &NewLine;&Tab;&Tab;<span style&equals;"padding&colon; 10px&semi;font-size&colon;20px&semi;font-family&colon;Arial&comma;Helvetica Neue&comma;Helvetica&comma;sans-serif&semi;color&colon;&num;000000&semi;">Facebook Comments Box<&sol;span> &NewLine;&Tab;&Tab;<div class&equals;"fb-comments" data-href&equals;"https&colon;&sol;&sol;blinkiss&period;id&sol;perkara-penganiayaan-diselesaikan-lewat-restorative-justice-kajati-sumut-pulihkan-hubungan-kekeluargaan&sol;" data-order-by&equals;"social" data-numposts&equals;"70" data-width&equals;"100&percnt;" style&equals;"display&colon;block&semi;"><&sol;div><&sol;div><style>&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 span&comma;&num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;width&colon;100&percnt; &excl;important&semi;&rcub; &num;wpdevar&lowbar;comment&lowbar;2 iframe&lbrace;max-height&colon; 100&percnt; &excl;important&semi;&rcub;<&sol;style>

  • Bagikan
Exit mobile version