Pemkab Samosir, Sosialisasi Desa Cantik 2026, Tekankan Peran Data Berkualitas
Blinkiss.id, SAMOSIR
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Immanuel T.P Sitanggang menekankan pentingnya data berkualitas untuk mendukung pembangunan desa saat membuka Sosialisasi dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Kantor Camat Pangururan.
Dia sampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Samosir yang terus melakukan pembinaan kepada desa secara berkelanjutan.
“Diskominfo memastikan data yang dihasilkan desa melalui program Desa Cantik benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk menyusun program pembangunan yang tepat sasaran,” sebutnya.
Berharap program Desa Cantik ke depan dapat menjangkau seluruh desa di Samosir, harapnya, Rabu (15/4/2026)
Sementara itu, Kepala BPS Samosir, Devitanorani Saragih menjelaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional, sehingga data di tingkat desa menjadi sangat penting.
“Jika data berkualitas, maka perencanaan akan berkualitas dan pembangunan juga akan berkualitas,” paparnya.
Untuk tahun 2026, terdapat tiga desa di Samosir yang menjadi sasaran pembinaan, yakni Desa Pardomuan I, Hutanamora, dan Desa Parsaoran I.
Perwakilan kepala desa, Ihut Irencius Malau, menyampaikan dukungan terhadap program tersebut, namun juga mengungkapkan sejumlah kendala, seperti keterbatasan anggaran desa serta perlunya kejelasan dalam pengolahan data, termasuk terkait penentuan desil kesejahteraan.
Perwakilan Dinas Sosial PMD Pemkab, Boranto Tamba menyampaikan komitmen mendukung keberlanjutan program Desa Cantik melalui koordinasi dan fasilitasi dengan berbagai pihak.
Hal senada disampaikan perwakilan Bapperida Samosir, Shintya Sitompul, yang menekankan bahwa data desa sangat penting penyusunan dokumen perencanaan pembangunan agar tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kegiatan juga disampaikan berbagai materi pembinaan, mulai dari penyelenggaraan statistik berbasis standar nasional, pengelolaan metadata, identifikasi kebutuhan desa, hingga sosialisasi program nasional seperti Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Sensus Ekonomi 2026. (RS/61)

